Pemuda Muhammadiyah Jabar Tolak Pilkada 2020

oleh -
Demi Kemanusiaan, PWPM Jabar Tolak Pilkada 2020
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Reza Arfah

Pemuda Muhammadiyah Jabar Tolak Pilkada 2020

RADARBANDUNG.id, BANDUNG Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 akan tetap dilaksanakan meskipun pandemi covid-19 belum mereda.

Pesta demokrasi ini akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 di 270 daerah seluruh Indonesia.

Ke-270 daerah itu rinciannya, 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Situasi pandemi membuat Pilkada 2020 dilaksanakan dengan kewajiban menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan social distancing.

Penerapan protokol kesehatan juga diwajibkan selama penyelenggaraan kampanye paslon berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PW. Pemuda Muhammadiyah Jabar Reza Arfah menyatakan untuk menolak pelaksanaan Pilkada 2020.

Hal ini dikarenakan fakta bahwa jumlah positif covid-19 tidak kunjung menurun.

Dalam kondisi seperti sekarang, pelaksanaan Pilkada 2020 beresiko untuk membuat kluster-kluster baru covid-19.

Reza meminta pemerintah meninjau ulang keputusan untuk tetap melaksanakan Pilkada pada tahun ini.

“Pilkada 2020 sangat beresiko menjadi cluster penularan covid-19 di tengah pandemi, di mana sampai hari ini jumlah positif covid-19 setiap hari terus meningkat,” ujarnya.

“Pemerintah sebaiknya menunda Pilkada 2020 sampai situasi membaik. Hal ini dilakukan guna keselamatan masyarakat. Walaupun pemerintah menetapkan aturan kewajiban protokol kesehatan, namun hal itu tidak menjamin pencegahan penularan mengingat banyak masyarakat kita yang belum disiplin.” paparnya.

Reza menambahkan bahwa pemerintah mesti berkaca dari new normal dan pemulihan ekonomi nasional yang tidak efektif menurunkan angka positif covid-19. Yang terjadi justru semakin banyak berjatuhan korban dari kalangan tenaga kesehatan.

Baca Juga: 60 Bakal Calon Kepala Daerah Positif Covid-19

Hal ini dikarenakan kurang siapnya pemerintah melaksanakan protokol dan sikap abai masyarakat. Jika Pilkada tetap dilanjutkan dikhawatirkan hal yang lebih buruk akan terjadi.