Pemugaran Makam Alex Mendur, Fotografer yang Abadikan Detik-detik Proklamasi

oleh -
Pemugaran Makam Alex Mendur, Fotografer yang Abadikan Detik-detik Proklamasi
Pekerja merenovasi makam Fotographer pristiwa detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Alexius Impurung Mendur sekaligus pendiri Indonesian Press Photo Service (IPPHOS) di Pemakaman Pandu, Kota Bandung, Minggu (20/9). Kegiatan diinisiasi Kelompok Anak Rakyat (Lokra) bertujuan merawat serta mengenang jasa-jasa beliau sekaligus rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-210. Foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.id, BANDUNG Kelompok Anak Rakyat (Lokra) Bandung menginisiasi pemugaran makam Alexius Impurung Mendur.

Alexius Impurung Mendur, seorang pewarta foto yang mengabadikan detik-detik proklamasi dan memotret foto bersejarah sosok Bung Tomo.

Sebelum dipugar, makam Alex Mendur di Pemakaman Pandu, Kota Bandung itu disebut seperti tak terurus.

Menurut Koordonator Lokra, Gatot Gunawan, pemugaran makam berangkat dari proses pencarian makam yang cukup lama.

Kurang lebih setahun, bersama kawannya yang lain mereka mencari letak makam Alex Mendur dengan bermodal penggalan informasi dari buku-buku sejarah.

“Kami mencari letak makam ini kurang lebih setahun. Kami tahu beliau meninggal di Bandung. Tapi tidak tahu makamnya dimana,” katanya kepada Radar Bandung, kemarin.

“Awal September lalu kami berhasil menemukannya di sini. Waktu tak terurus, tertumpuk sampah,” tambahnya.

Setelah itu, lanjut Gatot, Lokra berinisiasi menggalang dana renovasi. Akhirnya, setelah terkumpul sekitar dua juta rupiah, makam itu pun dipugar.

Proses renovasi awal, kata Gatot, akan dilakukan dari tanggal 20 sampai dengan 25 September ini.

“Kami akan rapihkan lagi. Ada beberapa bagian yang disemen ulang. Dan sekitar makam juga akan dibersihkan, agar tak ada ilalang,” imbuhnya.

“Bagi kami, Alex Mendur pejuang kemerdekaan juga. Beliau berjasa untuk mendokumentasikan peristiwa-peristiwa sejarah, seperti detik-detik proklamasi tahun 1945,” katanya.

“Waktu itu, bersama saudaranya, Frans Mendur, datang ke dikediaman Soekarno lalu mengabadikan upacara proklamasi,” imbuhnya.

“Sayangnya, foto Alex disita oleh Jepang waktu itu. Jadi, foto-foto proklamasi yang sekarang kita lihat itu adalah foto saudara Frans Mendur. Tapi tetap saja, Alex adalah saksi sejarah yang pernah tinggal di Kota Bandung,” jelasnya.

Karena itu, memugar makam Alex Mendur adalah salah satu upaya merawat sejarah itu sendiri.

Sejarah yang pernah hidup dan tinggal di Kota Bandung.

Gatot melanjutkan, dengan menelusuri riwayat Mendur yang juga penting sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan, maka makam Alex Mendur dapat dimaknai sebagai situs sejarah di Kota Bandung.

Baca Juga: Soekarno, Seni dan Pandemi

“Ini bisa kemudian dimanfaatkan sebagai situs sejarah, atau semacam media ajar dalam pendidikan sejarah. Anak-anak sekolah misalnya kan bisa diajak ke sini, terlebih selama ini pelajaran sejarah kan dianggap kaku dan membosankan,” urainya.