Kuliner | Santai Sore di Sprekken Cafe Bandung

oleh -
Kuliner | Santai Sore di Sprekken Cafe Bandung

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Bangunan modern dengan warna hijau army dan pink menghiasi tampilan Sprekken Cafe, di Jalan Bangreng no 3, Buahbatu Bandung.

Kedai makan yang sudah dua tahun berdiri ini menawarkan ragam makanan Indonesia dan western yang sangat menggoda.

Dari luar, bangunan ini tampak sangat mencolok dengan dekorasi pepohonan.

Sprekken Cafe usung konsep tropis

Mengusung konsep tropis, kedai ini sangat colorful dan instagramable, pengunjung bisa berswafoto pada bagian depan kedai.

Area dalam cafe juga tidak kalah cantik, pemilik menempatkan sofa panjang untuk pengunjung yang ingin bersantai.

Owner Sprekken Cafe Zacky Rezano Masui mengatakan, kata ‘Sprekken’ berasal dari Bahasa Belanda yang artinya berbicara.

Zacky ingin setiap pengunjung yang datang bisa sedikit melepas gadgetnya dan berbicara dengan teman atau tamu.

“Konsepnya memang ala-ala anak muda gitu, kita buat dekorasinya kekinian. Supaya orang yang datang sama teman atau keluarganya bisa saling berbicara atau ngobrol, sesuai arti cafe ini,” kata Zacky, Selasa (29/9).

Ada beragam menu Sprekken Cafe. Zacky menerangkan, meski nama kedainya dari Bahasa Belanda, ia hanya menyediakan dessertnya saja, yakni klappertaart yang sudah jadi ciri khas dari Sprekken Cafe.

Sajian menu utama

Untuk menu utama, mulai menu western sampai Indonesia. Seperti Iga Rica, Sop Buntut Kuah, Nasi Rendang, Dori Sambal Matah, dan Nasi Sambal Mentai.

Menu-menu ini, kata Zacky jadi rekomendasi kedai Sprekken. Bercita rasa Indonesia banget, bumbu rempah dari setiap makanan bisa membuat pengunjung ketagihan.

“Awalnya jumlah menunya sedikit ya, kurang dari 10, tapi sekarang sudah berkembang dan semakin banyak lagi variasi makanan dan minuman, sekitar 105 menu,” sebutnya.

Sedangkan, untuk menu western Sprekken Cafe mengandalkan Carbonara Spaghetti yang sangat creamy.

Banderol makanan dan minuman Sprekken Cafe cukup terjangkau. Mulai Rp 10 ribu – Rp 45 ribu untuk minuman, dan Rp 35 ribu sampai Rp 80 ribu untuk makanan.

Baca Juga: Kuliner | Sushi Unik Paduan Jepang & Sunda di Bandung

Zacky menambahkan, meski kedai ini mengusung konsep tropical yang lebih menjurus untuk anak muda, justru menyasar kaum pekerja dan keluarga.

“Sebenarnya yang datang bebas, artinya siapa saja bisa belanja dan makan. Dari segi pengunjung kebanyakan dari kelas mapan sih usia 40 tahun ke atas dan keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga: Kuliner Bandung | Hidangan Steak Lezat di Street Grill & Friends

Sprekken Cafe buka setiap hari dari pukul 07.00-22.00 WIB. Meski sebuah kedai makan, tapi Zacky juga berbisnis oleh-oleh, yakni Klappertaart. Pengunjung bisa sekaligus menyantap dessert klappertaart yang legit dan juga lezat.

(fid/radarbandung)