Kata Cabup DS soal Pertemuan dengan Ridwan Kamil yang Disorot Bawaslu

oleh -
Kata Cabup DS soal Pertemuan dengan Ridwan Kamil yang Disorot Bawaslu
Tangkapan layar Instragram Sahrul Gunawan. Dalam unggahan tersebut, pasangan calon bupati dan wakil bupati itu berfoto bersama Ridwan Kamil sambil mengepalkan tangan.

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Bawaslu akan menelusuri pertemuan pasangan calon (Paslon) bupati Bandung dalam Pilbup Bandung 2020, Dadang Supriatna (DS) -Sahrul Gunawan dengan Ridwan Kamil, yang menjabat Gubernur Jabar.

Jika perlu, Bawaslu akan meminta klarifikasi langsung dari yang bersangkutan. Jika terbukti melanggar aturan, mereka terancam sanksi.

Sebelumnya, pertemuan itu kabarnya berlangsung di Gedung Pakuan.

Bawaslu Kab. Bandung masih mengkaji informasi

Koordinator Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardhia menyampaikan, masih melakukan kajian atas informasi itu untuk memastikan kebenarannya.

Hingga kini, Hedi mengakui, pihaknya belum meminta klarifikasi kepada paslon bupati beserta wakilnya.

“Tidak menutup kemungkinan kita akan klarifikasi. Tergantung kebutuhan, nanti hasil kajiannya seperti apa,” ungkapnya, Kamis (1/10/2020).

Paslon ataupun gubernur, lanjut Hedi, dapat kena sanksi apabila terbukti melanggar. Namun, Hedi tak menjelaskan lebih lanjut sanksi tersebut.

“Bisa saja (kena sanksi) kalau itu terbukti. Kami masih mengumpulkan informasi, kemudian juga baru kajian awal sebelum pleno, apakah itu memenuhi unsur ataukah tidak,” ucap dia.

Pengakuan DS soal pertemuan dengan Ridwan Kamil

Terpisah, Dadang Supriatna (DS) membenarkan adanya pertemuan itu.

Dadang menjelaskan, maksud pertemuan itu sebagai ajang silaturahmi, sekaligus meminta restu.

Namun, kata Dadang, pertemuan berlangsung sebelum masa kampanye dan penetapan pasangan calon oleh KPU.

“Waktu itu sebelum ada penetapan dari KPU. Bukan pas masa kampanye,” aku dia.

“Saya datang ke sana, silaturahmi mohon doanya kan gitu kepada siapapun kita mah boleh meminta doa restu,” imbuhnya.

Selain itu, Dadang mengatakan, pertemuan dalam rangka menyelaraskan antara programnya dengan RPJMD.

Dadang mengaku, tidak ada dukungan dalam bentuk apapun. “Belum (dukungan) dan itu (pertemuan) sebelum penetapan,” katanya lagi.

Dadang menambahkan, hingga kini dukungan langsung baru dari mantan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher).

Aher menyatakan dukungannya seusai penetapan dan dalam masa kampanye.

Baca Juga: Dede Yusuf dan Gun Gun Disiapkan Jadi Tim Kampanye DS-Sahrul Gunawan

“Kalau dengan Kang Aher iya setelah penetapan. Itu kan langsung meminta dukungan. Kalau ke Kang Emil mah sebelum penetapan,” jelasnya lagi.