Jumlah Pasien Gangguan Cemas di RSJ Jabar Meningkat selama Pandemi Covid-19

oleh -
Jumlah Pasien Gangguan Cemas di RSJ Jabar Meningkat selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi

“Selama pandemi Covid-19, jumlah pasien gangguan cemas RSJ Jabar mengalami peningkatan”

RADARBANDUNG.com, BANDUNG – Informasi yang beredar soal Covid-19 pada berbagai kanal dan media sosial membuat banyak masyarakat mengalami gangguan kecemasan.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan survei Puslitbangkes Kemenkes 2020, sebesar 6,8 persen masyarakat Indonesia mengalami gangguan cemas. Dengan 85,3 persennya sebelumnya tak memiliki riwayat gangguan psikiatri.

Dari presentasi itu sebagian besar masyarakat berasal dari Jakarta, Jabar, Banten.

Ini relevan dengan peningkatan jumlah pasien yang mengalami gangguan cemas ke rumah sakit jiwa Jabar.

Artinya, pandemi Covid-19 secara tidak langsung membawa perubahan besar terhadap segala aspek kehidupan. Perubahan adaptasi dengan situasi baru tentu sangat rentan terhadap kesehatan mental.

Menurut Ridwan Kamil, tekanan psikologis yang sangat berat, tingginya angka kematian oleh Covid, informasi ketidakjelasan kapan situasi pandemi akan berakhir, belum hadirnya vaksin.

Selain itu isu isolasi sosial, stigma, kehilangan pekerjaan, perubahan cara belajar mengajar dan tingginya juga kekerasan rumah tangga sebagai dampak terjadinya perceraian itu sesuatu yang tidak bisa kita sepelekan.

Selain itu, beredarnya informasi palsu dan berita bohong kian menciptakan ketakutan serta meningkatkan kekhawatiran secara berlebihan. Karena itu, kampanye kedewasaan dalam pemanfaatan media sosial harus terus berlangsung.

“Hari ini masalahnya bukan mencari informasi tapi memilah informasi. Maka situasi berita negatif tentu harus kita kontrol,” ujar Ridwan Kamil dalam webinar bertajuk “Menjaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi” Rabu (7/10/2020).

Pandemi juga turut menyasar aktivitas pendidikan anak dan remaja. Orangtua dan siswa merasakan berbagai kendala ketika menjalani pembelajaran daring.

Baca Juga: Manfaatkan Teknologi Digital untuk Lewati Krisis Akibat Pandemi

“Juga pada anak-anak ada sistem yang mengharuskan menjalani pendidikan dari rumah atau jarak jauh. Ini juga membuat stres kepada anak dan orang tua apalagi keterbatasan internet dan lainnya. Sungguh sangat memprihatinkan,” tuturnya.