Kericuhan Pecah di Gedung Sate!

oleh -
Kericuhan Pecah di Gedung Sate!
Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/10). FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG
  • Massa sempat salat magrib berjamaah di jalan

Situasi sempat mereda. Massa aksi yang tersisa di depan DPRD Jabar terus berlanjut. Saat magrib, massa sempat melakukan salat berjamah di jalan.

Namun setelah itu, situasi kembali memanas. Bentrokan kembali terjadi. Massa mulai kembali melakukan pelemparan.

Akhirnya, gas air dan water canon ditembakan ke arah massa. Ratusan massa akhirnya buyar terdesak ke arah Jalan Trunojoyo dan Dago.

Disamping itu, hingga pukul 20.40, Radarbandung.id masih menerima informasi situasi di kampus Unisba dan Unpas kembali mencekam. Polisi masih menyisir massa aksi. (Baca: Pecah Kerumunan Massa di Sekitar Kampus Unisba-Unpas, Polisi Tembakan Gas Air Mata).

  • Situasi Gedung Sate dan DPRD Jabar sudah aman

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya menyatakan, situasi Gedung Sate dan DPRD Jabar sudah aman. Pembubaran diklaim sudah melalui aturan yang berlaku, terutama mengenai batas waktu.

Kericuhan Pecah di Gedung Sate!
Petugas kepolisian saat pengamanan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate.

“Karenanya kita upayakan tindakan tegas dan terukur dengan menyemprot, baru dengan pasukan huru-hara untuk meninggalkan tempat,” katanya saat dikonfirmasi.

“Tim raimas, tim prabu dan reserse Polda TNI dan Polri bergabung, kita menyisir dan membuat clear Kota Bandung dari kerusuhan ataupun dari masyarakat yang ingin merusak fasilitas negara,” pungkasnya.

  • Unjuk rasa buruh hanya 3 hari

Ketua KSPSI Jabar Roy Jinto mengatakan, aksi menolak UU Cipta kerja oleh buruh hanya berlangsung tiga hari.

Saat ini, ia berharap audiensi dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang sudah dilakukan saat unjuk rasa hari ini dapat membuahkan hasil.

Menurutnya, dalam audiensi, Ridwan Kamil menyepakati akan mengirim surat rekomendasi ke Presiden Joko Widodo berisi aspirasi buruh yang menolak UU Cipta Kerja.

“(Unjuk rasa) selesai hari ini. Kami harap presiden segera keluarkan Perpu,” katanya.

(muh)