Manfaatkan Teknologi Digital untuk Lewati Krisis Akibat Pandemi

oleh -
Manfaatkan Teknologi Digital untuk Lewati Krisis Akibat Pandemi
  • Teknologi Gojek

Hal ini karena mitra menganggap solusi teknologi dan non-teknologi dari Gojek membantu keberlangsungan usaha mereka.

Mitra UMKM GoFood merasakan manfaat dari fitur teknologi pengaturan promosi mandiri via aplikasi GoBiz (69%) dan periode promosi GoFood (71%).

Sementara mitra UMKM social sellers pengguna GoSend sangat merasakan manfaat dari fitur layanan GoSend dalam kota (82%) dan layanan GoSend antar-kota (37%).

Sedangkan, mitra UMKM GoPay merasakan manfaat dari fitur penerimaan pembayaran non-tunai (83%) dan aplikasi GoBiz (60%).

Bahkan, mayoritas mitra UMKM GoFood akan tetap bermitra dengan Gojek untuk jangka panjang (88%), karena mereka merasa dapat bertahan bersama Gojek (88%).

Sekitar 91% mitra juga cenderung optimis bersama Gojek usaha mereka akan tetap tumbuh, penghasilan kembali seperti sebelumnya, dan dapat mencukupi kebutuhan diri dan keluarga.

Riset LD juga mengungkapkan 88% mitra driver Kota Bandung mendapatkan bantuan Gojek selama masa pandemi COVID-19 dan 88% mitra mengapresiasi bantuan tersebut.

Semangat gotong royong sangat tercermin dalam ekosistem Gojek dalam bentuk upaya saling membantu saat pandemi.

37% mitra driver masih memberikan bantuan sosial kepada keluarga, tetangga, dan sesama mitra.

“Mitra juga optimis penghasilannya akan kembali seperti sebelumnya (80%) dan 82% dari mitra driver optimis bahwa kemitraan mereka dengan Gojek dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarga. 89% dari mitra driver juga akan melanjutkan kemitraan dengan Gojek seterusnya dengan batas waktu tak terhingga,” tambah Alfindra.

Semangat gotong royong juga terjadi pada mitra lainnya. Mayoritas mitra GoFood (70%) memberikan bantuan sosial.

Hampir setengah mitra GoFood memberikan bantuan ke driver ojek online (32%).

Dr. Paksi C.K Walandou, Wakil Kepala LD melanjutkan tahun 2019 kontribusi mitra Gojek dari lima layanan (GoRide, GoCar, GoSend, GoFood dan GoPay) ke perekonomian Indonesia mencapai Rp2,9 triliun bila menggunakan metode nilai tambah.

Sementara, dengan menggunakan metode pendapatan domestik regional bruto (PDB), ekosistem digital Gojek nilai produksinya mencapai Rp6,1 triliun atau menggerakkan 1,9% PDRB Kota Bandung.