Menginap Aman di Hotel Saat Adaptasi Kebiasaan Baru

oleh -
Menginap Aman di Hotel Saat Adaptasi Kebiasaan Baru
Housekeeping membersihkan barang yang ada di kamar menggunakan cairan disinfektan. Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), GH Universal mengeluarkan SOP protokol kesehatan, salah satunya membiarkan kamar dikosongkan dan disemprot cairan disinfektan minimal dua jam setelah tamu kamar check out. (NUR FIDHIAH SHABRINA/RADAR BANDUNG)
  • Hotel dengan arsitektur gaya Eropa

Hotel dengan arsitektur gaya Eropa ini justru memberikan keuntungan. Pasalnya jendela-jendela berukuran besar memastikan sinar matahari masuk, dan termasuk ventilasi, udara masuk dengan lancar.

“Hotel kami punya jendela yang besar, sehingga cahaya matahari dan ventilasi udaranya aman. Itu sekarang jadi pertimbangan tamu untuk menginap kan rata-rata resort,” sambungnya.

Menggandeng GH Universal sebagai salah satu mitra hotel berlabel ‘Tiket Clean’. Ini adalah kampanye Tiket.com sejak April, lalu.

Program hadir dengan maksud memberikan pilihan bagi pengguna Tiket.com yang ingin menginap pada hotel yang sudah terjamin protokol kesehatannya.

Associate Market Manager-Product Tiket com, Seruni Puspita mengatakan ada sekitar lima ribu hotel seluruh Indonesia yang sudah berlabel ‘Tiket Clean’.

Label ini memudahkan calon tamu memilih penginapan saat pandemi Covid-19.

Untuk Bandung, hotel dengan label ‘Ticket Clean’ yakni GH Universal Hotel, de Palviljoen Hotel, dan Aston Tropicana Hotel.

Baca Juga: Pop! Hotel Festival Citylink Mundur Jadi Hotel Isolasi Pasien Covid-19

“Hotel-hotel yang sudah ada label Ticket Clean berarti sudah verifikasi keamanan protokol kesehatannya. Karena mereka secara rutin harus kirim foto tentang protokol kesehatan, seperti penyediaan handsanitizer, pengecekan suhu, sanitasi kamar, dan disinfektan,” ujarnya.

(fid)