Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis, AJI Ngadu ke Komnas HAM-Ombudsman

oleh -
Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis, AJI Ngadu ke Komnas HAM-Ombudsman
ILUSTRASI: Seorang pendemo diamankan aparat kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa menolak pengesahan RUU Cipta Kerja, Kamis ( 8/10) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
  • Dugaan kekerasan terhadap jurnalis

Usai ditangkap petugas kepolisian, 6 orang jurnalis dari sejumlah media dibebaskan setelah adanya pendampingan dari AJI Jakarta dan LBH Pers. Keenam jurnalis tersebut dipulangkan Jumat (9/10) pukul 20.30 WIB.

Keenam jurnalis yang ditahan berasal dari sejumlah media berbeda. Di antaranya jurnalis Merahputih.com (satu orang), Radar Depok (satu orang), Berdikari (dua orang), dan NTMC Polri (dua orang).

Erick mengatakan, selain penangkapan, penahanan dan sempat mengalami tindakan kekerasan, para jurnalis yang ditahan diduga juga mendapatkan kriminalisasi.

“Mereka dipaksa, HP-nya digeledah, dibuka, dicari pasal-pasalnya. Kami melihat ini termasuk bagian dari kriminalisasi,” tuturnya.

Sebelum dibebaskan, sejumlah jurnalis tersebut sempat dipaksa melakukan BAP dan menandatanganinya. Namun mereka menolak karena merasa tidak bersalah, sebab mereka tidak melakukan tindakan melawan hukum.

Mereka datang dalam aksi demostrasi menolak UU Cipta Kerja karena melakukan kegiatan peliputan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai wartawan.

Baca Juga: Kampus Unisba Ditembaki Gas Air Mata, Satpam Dipukul, Polisi Bantah Penyerangan

Erick menyebut sejumlah jurnalis yang sempat diamankan polisi kini mengalami trauma cukup dalam.

“Ini teman-teman trauma semua ya. Selain mereka mengalami kekerasan mereka juga mengalami intimidasi,” ungkapnya.

(jpc)