Per 1 November, 8 Perusahaan Jadi Pemungut PPN Produk Digital Asing

oleh -
Per 1 November, 8 Perusahaan Jadi Pemungut PPN Produk Digital Asing
ilustrasi

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Delapan perusahaan global telah resmi menjadi pemungut PPN (pajak pertambahan nilai) atas barang dan jasa digital dari luar negeri yang dijual kepada pelanggan di Indonesia setelah mendapat penetapan dari DJP.

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Alibaba Cloud (Singapore) Pte Ltd
  • GitHub, Inc.
  • Microsoft Corporation
  • Microsoft Regional Sales Pte. Ltd.
  • UCWeb Singapore Pte. Ltd.
  • To The New Pte. Ltd.
  • Coda Payments Pte. Ltd.
  • Nexmo Inc.

Dengan penunjukan ini, maka sejak 1 November 2020 para pelaku usaha akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen Indonesia.

Jumlah pembayaran PPN oleh pelanggan yakni 10 persen dari harga sebelum pajak, dan harus tercantum pada kuitansi atau invoice penjual sebagai bukti pungut PPN.

Hingga hari ini jumlah pemungut PPN produk digital luar negeri adalah 36 entitas.

DJP menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan langkah proaktif dari sejumlah entitas sebagai pemungut PPN.

DJP berharap seluruh perusahaan yang telah memenuhi kriteria, termasuk penjualan Rp600 juta setahun atau Rp50 juta per bulan, agar dapat mengambil inisiatif dan menginformasikan kepada DJP supaya proses persiapan penunjukan termasuk sosialisasi secara one-on-one dapat segera terlaksana.

Informasi lebih lanjut terkait PPN produk digital luar negeri, termasuk daftar pemungut dapat dilihat pada https://www.pajak.go.id/id/pajakdigital atau https://pajak.go.id/en/digitaltax (bahasa Inggris).

(nto)