Percepat ‘Link and Match’, Kemendikbud Giatkan Kerja Sama Industri

oleh -
Percepat ‘Link and Match’, Kemendikbud Giatkan Kerja Sama Industri
Direktur Jenderal pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto beri sambutan dalam penandatanganan nota kesepahaman Kemendikbud dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari di Malang, Sabtu (10/10/2020). Foto Ajeng Jasita Ingtyas/nusadaily.com
  • KEK Pertama Bidang Pengembangan Teknologi

KEK Singhasari sendiri tercatat sebagai KEK pertama pada bidang pengembangan teknologi yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019.

Hal itu sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo untuk pembangunan Indonesia lima tahun ke depan, antaranya prioritas pada pembangunan SDM.

Oleh sebab itu, KEK Singhasari pun telah siap berkontribusi aktif dalam pembangunan SDM.

Menjadi bagian dalam transformasi ekonomi, berperan aktif dalam memfasilitasi pendidikan vokasi yang berdampingan dan berorientasi pada DUDI.

Serta melengkapi generasi milenial Indonesia dengan emerging skills.

Dengan aktivitas ekosistem digital yang terintegrasi di KEK Singhasari diharapkan menjadi katalis pertumbuhan perekonomian digital Indonesia menyongsong “Indonesia Emas 2045” melalui pendekatan integrated digital ecosystem (ekosistem digital yang terintegrasi).

Pengembangan ekonomi digital KEK Singhasari sendiri merujuk 4 pilar utama yang dikenalkan World Bank, yaitu regulasi, infrastruktur, edukasi, dan inovasi.

Karenanya, kerja sama antara Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari dipandang sebagai langkah awal dalam dukungan KEK Singhasari untuk turut mengawal dan berkontribusi aktif dalam program “link and match”.

Sehingga, selanjutnya dapat terjalin mitra-mitra industri yang lebih banyak lagi di bawah naungan KEK Singhasari bagi SMK dan satuan pendidikan vokasi yang ada di sekitarnya dalam mewujudkan program 9 (sembilan) paket “link and match”.

Dengan menjalin kesepahaman dan kerjasama dengan Kemendikbud, KEK Singhasari diharapkan menjadi mitra industri bagi satuan pendidikan vokasi yang berperan aktif dalam :

a) Penyelarasan kurikulum;

b) Peningkatan kompetensi sumber daya manusia;

c) Pengembangan materi pelatihan;

d) Fasilitasi pendidik dari DU/DI;

e) Pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana;

f) Fasilitasi sertifikasi kompetensi;

g) Fasilitasi riset terapan;

h) Fasilitasi rekrutmen lulusan;

i) Fasilitasi pemberian beasiswa.

Dengan ruang lingkup kesepahaman dan kerjasama tersebut, KEK Singhasari diharapkan menjadi tempat “link and match secara massal” antara dunia pendidikan dan DUDI pertama sektor teknologi informasi dan komunikasi.

Sebelumnya, KEK Singhasari juga telah menandatangani MoU kesepahaman dan rencana kerjasama dengan Politeknik Negeri Malang, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Yayasan Pendidikan Telkom.

(pin/**)