Taman di Bandung Rusak Usai Demo UU Cipta Kerja, Kerugian Capai Rp200 Juta

oleh -
Taman di Bandung Rusak Usai Demo UU Cipta Kerja, Kerugian Capai Rp200 Juta
Kerusakan tulisan pada taman di Kota Bandung.

RADARBANDUNG.id, BANDUNGPemkot Bandung menanggung kerugian hingga sekitar Rp200 juta, akibat taman rusak usai aksi demo tiga hari berturut-turut di Bandung.

Kerusakan terjadi pada dua taman, yakni Taman Cikapayang, dan Taman Radio.

Setelah kami hitung-hitung, kerugian akibat kerusakan taman bisa mencapai Rp200 juta,” ujar Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Rikke Siti Fatimah, Jumat (9/10/2020).

Kerusakan pada kedua taman itu, yakni pada Taman Cikapayang Dago; satu lampu lilin taman rusak, 2 tempat sampah, 2 kursi taman, 10 pot tanaman plastik.

Sedangkan pada Taman Radio kerusakan meliputi; 2 papan informasi, 3 tempat sampah, huruf T (pada tulisan Taman) yang hilang, tanaman pada bak bunga, dan tanaman yang rusak pada jalur hijau jalan, pot tanaman pada median sebanyak 15 buah juga mengalami kerusakan.

Selain itu, vandalisme pada dinding dan bak bunga.

Selain itu pada Taman Trunojoyo, 4 kerb terlepas. “Namun karena keterbatasan anggaran tidak semua kerusakan bisa kami perbaiki,” ucap Rikke.

  • Pemkot lakukan perbaikan

Taman di Bandung Rusak Usai Demo UU Cipta Kerja, Kerugian Capai Rp200 Juta

Karenanya, Rikke mengatakan, untuk sementara hanya bisa melakukan perbaikan dengan bahan-bahan yang sudah tersedia. Seperti pengecatan fasilitas akibat vandalisme dengan menggunakan cat yang sudah ada.

“Untuk pengecatan kita sudah mulai sekarang,” katanya.

Selain itu, pihaknya melakukan perapihan tanaman, pemasangan kembali kerb. Perbaikan, kata Rikke masih bisa untuk tempat sampah dan plang imbauan pada taman radio.

“Untuk beberapa fasilitas juga bisa kami lakukan perbaikan tanpa harus membeli yang baru,” tambahnya.

Hanya saja, untuk pot bunga besar pecah, sehingga tak bisa melakukan perbaikan. “Kalau untuk pot besar yang pecah, memang harus buat lagi,” tuturnya.

Rikke mengatakan, untuk sekarang tidak bisa mengeluarkan banyak anggaran karena semua angggaran sudah teralokasi berdasar DPA.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna prihatin taman rusak usai demo. “Kalau mau menyampaikan aspirasi silakan. Tapi jangan sampai merusak fasilitas umum,” sesal Ema.

Baca Juga: Ridwan Kamil Kirim Pesan Buruh ke Jokowi, Begini Isi Suratnya

Ema mengingatkan, agar memelihara fasilitas umum, karena pembangunan dan perbaikan menggunakan uang rakyat.

“Pembangunan fasilitas dengan menggunakan uang rakyat, jangan sampai rusak,” tegasnya.

Baca Juga: Polisi Amankan Anak SD dalam Aksi Unjuk Rasa Cipta Kerja di Bandung

Menurut Ema, bagaimana pun juga, meskipun aksi demo adalah hak masyarakat, namun masyarakat punya kewajiban untuk menaati aturan. Agar tidak sampai mengganggu ketertiban dan melanggar aturan.

“Mereka berkerumun saat pandemi ini pun sudah merupakan pelanggaran,” tutur Ema.

(mur)