Pengusaha, Teruslah Bergerak Maju dan Optimis!!

oleh -
Pengusaha, Teruslah Bergerak Maju dan Optimis!!
Ilustrasi

RADARBANDUNG.id, KABUPATEN BANDUNG – Pandemi Covid-19 tidak hanya memukul sektor usaha kecil, tapi juga ekonomi menengah, dan besar. Karena itu, pengusaha harus terus optimis. Artinya, harus terus bergerak maju dan berstrategi, dan tak boleh terlena!

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Bandung Dani Gusnadi mengatakan, pengusaha harus terus menggelorakan rasa optimis, agar ekonomi tidak semakin jeblok.

Dani meminta para pelaku ekonomi, khususnya pengurus, anggota dan binaan Hipmi untuk mencoba strategi marketing bidang online.

Dani menceritakan, awalnya para pelaku usaha lebih menggerakan strategi marketing secara konvensional.

“Karena dengan strategi online ya minimal ada peningkatan, cuma tidak terlalu signifikan. Kita belum berada pada fase normal, seperti sebelum ada pandemi Covid 19,” ujar Dani via Ponsel.

“Kalau berbicara presentase, ya sekarang ada 50 sampai 60 persen. Bahkan kondisinya sudah ada yang mencapai 80 persen,” timpalnya.

  • Kenapa Covid-19 berdampak bagi pengusaha? 

Dani menjelaskan alasan mengapa pandemi Covid-19 berdampak pada pelaku usaha, karena adanya pembatasan secara langsung terhadap pergerakan atau aktivitas transaksi, misalnya dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga: Soal UU Cipta Kerja, Dadang Naser: Pusat Harus Tahu Gejolak di Daerah

Atau, pada awal bahkan ada penutupan tempat wisata dan pusat perdagangan, yang notabene memiliki nilai transaksional.

“Semuanya dibatasi, maka ini secara langsung berdampak terhadap penjualan ataupun transaksi ekonomi secara menyeluruh,” jelasnya.

Baca Juga: Hipmi Jabar Menangkan Lelang Lukisan Karya Ridwan Kamil untuk Seniman

Pada perusahaannya, Dani memberlakukan pembatasan aktivitas, utamanya yang berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Misalnya menerapkan WFH, dan rolling pegawai perusahaan, serta pembatasan dan pengaturan skema jam kerja.

Baca Juga: HIPMI: Pikirkan Gaji Pegawai Saja Kewalahan, Apalagi THR

“Dan sampai saat ini masih belum normal. Ada peningkatan tapi secara keseluruhan sejak tujuh bulan dari pertama pandemi Covid-19 yaitu awal April sampai September masih belum stabil kondisi ekonominya,” pungkas Dani.

(fik)