Tujuh Terminal di Jabar Belum Diserahkan ke Provinsi

oleh -
Tujuh Terminal di Jabar Belum Diserahkan ke Provinsi

RADARBANDUNG.id – Sejak 2016, 14 terminal Tipe B pada berbagai kabupaten/kota Jabar beralih pengelolaannya ke Pemprov Jabar. Namun, belum semua pengelolaannya beralih.

Pengalihan kelola itu sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jabar No. 550.22/Kep.1197/Dishub/2016.

“Memang saat ini dari 14 terminal ini ada tujuh yang masih belum selesai P3D-nya (Pengalihan Personel, Peralatan, Pendanaan, dan Dokumen). Ada yang betul-betul belum selesai sama sekali, berita acaranya belum ada, seperti Kota Bandung ada tiga, (Terminal) Ciroyom, Stasiun Hall, dan Ledeng,” kata Kadishub Jabar Hery Antasari.

Selain itu, empat terminal lain yang belum tuntas P3D-nya adalah terminal Pangandaran dan Singaparna (Tasikmalaya), serta Losari (Indramayu) dan Pameungpeuk (Garut).

Ini berbeda dengan tujuh terminal lain yang sudah selesai P3D-nya.

“Ada tujuh yang sudah siap, artinya sudah clean and clear dari sisi P3D-nya, yaitu Leuwiliang, Cikarang, kemudian juga Cileungsi, Palabuhanratu, itu di wilayah I. Kemudian tiga lagi ada pada wilayah IV Ciayumajakuning Subang, yaitu Terminal Ciledug, Indramayu, dan Sumber,” jelas Hery.

  • Penyerahan 7 terminal jadi hambatan Pemprov JabarĀ 

Belum diserahkannya ketujuh terminal ke provinsi itu menjadi hambatan tersendiri bagi Pemprov Jabar, khususnya Dishub, dalam melakukan pengelolaan hingga penataan.

Padahal, pada saat yang sama, Pemprov Jabar ingin menjadikan terminal Tipe B itu menjadi Terminal Juara.

Pemprov pun pada akhirnya belum bisa berbuat banyak untuk memoles terminal-terminal tersebut.

“Saat ini baru kita lakukan rehabilitasi ringan, sedang, dan ini tidak secara signifikan mempengaruhi fungsi, dan juga simbolisasi bahwa pemprov sudah hadir untuk melakukan perubahan besar setelah pengalihan dari kota/kabupaten,” ungkap Hery.

Karena itu, Dishub Jabar saat ini lebih bisa berkonsentrasi menangani tujuh terminal yang sudah selesai P3D-nya.

Berbagai penataan agar terminal Tipe B tersebut jadi lebih baik. Sedangkan untuk tujuh terminal yang belum tuntas P3D-nya belum bisa melakukan penataan besar-besaran.

“Di tujuh terminal (yang sudah selesai P3D-nya) inilah kita konsentrasi karena asetnya sudah clean and clear. Kita harus bisa melakukan sesuatu membangun dari awal, baik fisik, konstruksi, sistemnya, manajemennya, pengelolaannya, dan lain sebagainya agar menjadi mewakili sebagai Terminal Juara sesuai dengan jargon Jabar Juara,” jelas Hery.

Namun, dalam target memperbaiki terminal Tipe B itu, ada kendala pada Dishub Jabar. Sebab, pandemi COVID-19 melanda dan belum selesai hingga kini.

Salah satu dampaknya, terjadi refocusing anggaran untuk penataan terminal untuk kebutuhan penanganan COVID-19.

Hal itu membuat berbagai perbaikan terganjal. Namun, tahun depan, berbagai perbaikan harapannya bisa berjalan.

“Begitu kita akan take off menangani terminal ini, ada pandemi COVID-19, ada refocusing anggaran, dan lain sebagainya. Tapi, selayaknya pada 2021 mulai kita harus take off lagi untuk menangani terminal ini,” tutur Hery.