Dituding Biayai Unjuk Rasa Penolakan Omnibus Law, SBY Membela Diri

oleh -
Dituding Biayai Unjuk Rasa Penolakan Omnibus Law, SBY Membela Diri
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

RADARBANDUNG.id – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara terkait munculnya tudingan membiayai demonstrasi penolakan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja.

SBY menegaskan, tuduhan tersebut merupakan berita bohong alias hoaks.

“Ya, enggak tahu saya. Barang kali nasib saya dibeginikan terus, ya. Enggak tahu saya, memang kalau saya ikuti kembali seperti saya alamai pada 2015 dulu, saya dituduh, difitnah, menunggangi, menggerakkan, membiayai, sama seperti sekarang, sebuah gerakan unjuk rasa besar kala itu,” kata SBY dalam siaran persnya, Senin (12/10).

Presiden RI keenam ini mengaku, merupakan sosok yang sudah berpengalaman berjuang sebagai prajurit selama 30 tahun dan pada pemerintahan 15 tahun.

Ia memahami, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) saat ini tengah banyak masalah.

“Mengertilah pemerintahan itu menghadapi banyak masalah dan masalah itu harus terpecahkan. Saya juga begitu. Mengalami begitu,” ucap SBY.

Menurut SBY tudingan membiayai aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law merupakan fitnah dan hoaks.

Ia menegaskan, meskipun mempunyai uang tidak ada niat untuk menggerakan massa dalam unjuk rasa tersebut.

“Tidak terpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat saya lakukan. Begini, memfitnah itu kan sebenernya, menuduh seseorang, saya dalam hal ini, yang tidak mengandung kebenaran,” ujar SBY.

Jika elemen masyarakat dituding mendapatkan uang dalam aksi demonstrasi tersebut mereka sudah terhina. Ia merasa prihatin dirinya mendapat tudingan menggerakan massa untuk menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca Juga: Kericuhan Pecah, 138 Mahasiswa di Bandung Terluka Usai Demo Penolakan UU Cipta Kerja

“Saya prihatin makin berkembang seperti ini. Yang jelas, saya lagi-lagi harus bersabar, dulu waktu almarhumah Ibu Ani masih ada, saya juga sering mengalami ini. Tapi nampaknya Allah masih meminta saya untuk bersabar. Mudah-mudahan negara kita makin baik, tidak berkembang fitnah atau tuduhan tidak berdasar seperti itu,” pungkasnya.

(jpc)