Kaprodi Sastra Sunda Unpad: Nama Jawa Barat Tak Perlu Diganti

oleh -
Nama Jawa Barat Diusulkan Diganti Provinsi Sunda, MPR Akan Sampaikan ke Presiden
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad hadir dalam acara ‘Dialog Aspirasi Pengembalian Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda’. Gelaran Kongres Sunda itu diadakan di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jl. Garut No. 2, Kota Bandung, Jawa Barat. (dok MPR RI)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Ketua Program Studi (Kaprodi) Sastra Sunda Universitas Padjadjaran (Unpad), Gugun Gunardi tak setuju usulan nama Provinsi Jawa Barat diganti menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda.

Pasalnya, menurut Gugun, perubahan itu justru berpotensi mempersempit kawasan kebudayaan Sunda.

Selain itu, usulan itu bisa malah memicu daerah lain untuk berpisah menjadi provinsi tersendiri seperti halnya Provinsi Banten.

  • Ciayumaja Kuning bisa keluar dari Jawa Barat

“Kalau kata saya, namanya juga usulan jadi sah-sah saja. Tapi yang harus ingat jika kita mengusulkan mengganti nama Provinsi Jabar menjadi Provinsi Sunda, maka (prediksi) Ciayumaja Kuning (Cirebon, Indramayu-Majalengka dan Kuningan) dapat keluar dari Jawa Barat, dari Sunda,” katanya via ponsel.

“Dari bahasa saja mereka (Ciayumaja Kuning) kan menggunakan bahasa Jawa. Apalagi Cirebon, kan kental dengan kultur Jawa. Dalam proses pendidikan bahkan bahasa ibu mereka kan menggunakan bahasa Jawa-Cirebon, atau bahasa Cirebon,” imbuh Gugun.

Gugun mengingatkan, agar keetnisan jangan sampai tak terkendali sehingga cenderung menutupi identitas kenusantaraan.

Lebih baik, kata Gugun, masyarakat Sunda dapat fokus untuk memelihara dan menerapkan kebudayaan Sunda yang masih bernilai baik.

Daripada sibuk dengan perubahan nama provinsi, sambung Gugun, lebih baik fokus dalam kegiatan berkarya dan bekerja sehari-hari.

“Pelestarian kebudayaan Jawa Barat yang luas jangan sampai dikerdilkan sebatas penggantian nama. Terkait nama juga kan masih dalam proses kajian yang masih berlanjut, misalnya apakah benar Sunda itu nama etnis? Ini kan masih perdebatan juga. Bisa saja dulu nama agama kan. Jadi saya melihatnya dari wawasan kebudayaan saja,” katanya.

“Istilahnya, dengan mengubah nama mengurangi kawasan kesundaan. (Provinsi Jabar) itu kan hanya sekedar nama, yang terpenting sebetulmya kebudayaan yang hidup pada daerah tersebut dan basic dari budaya adalah bahasa,” imbuh Gugun.

  • Nama Jawa Barat tak perlu diganti

Karenanya, demi kesatuan Jawa Barat, Gugun lebih berharap tak ada perubahan nama provinsi.

Lebih jauh, Gugun memiliki kekhawatiran bahwa ini bisa memicu ego etnis pada kalangan masyarakat Sunda.

“Saya khawatir Ciayumaja Kuning itu lepas provinsi. Sayanglah. Lebih baik konsentrasi ke pemeliharaan budaya saja. Memperkenalkan budaya Jabar yang begitu banyak,” ungkapnya.

Baca Juga: Nama Jawa Barat Diusulkan Diganti Provinsi Sunda, MPR Akan Sampaikan ke Presiden

“Tetap pertahankan (Provinsi Jawa Barat), tetapi tingkatkan pembinaan kebudayaan dan bahasa Sunda. Terutama Pemda punya daya tawar yang tinggi dalam pembinaan bahasa. Jangan terlalu memunculkan keetnisan lalu rasa kenusantaraannya hilang. Tapi kita tentu penting memunculkan keetnisan sebagai kekayaan nusantara,” pungkasnya.

(muh)