Nama Jawa Barat Diusulkan Diganti Provinsi Sunda, MPR Akan Sampaikan ke Presiden

oleh -
Nama Jawa Barat Diusulkan Diganti Provinsi Sunda, MPR Akan Sampaikan ke Presiden
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad hadir dalam acara ‘Dialog Aspirasi Pengembalian Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda’. Gelaran Kongres Sunda itu diadakan di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jl. Garut No. 2, Kota Bandung, Jawa Barat. (dok MPR RI)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad hadir dalam acara ‘Dialog Aspirasi Pengembalian Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda’.

Gelaran Kongres Sunda itu berlangsung di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jl. Garut No. 2, Kota Bandung, Jawa Barat.

Hadir juga anggota MPR dari Kelompok DPD Jawa Barat, Hj. Eni Sumarni, serta para tokoh masyarakat Sunda seperti Andri Prawira, Avi Taufik, Dyna, Acil Bimbo, Prof Ginanjar, dan Memet Hamdan.

Dalam acara itu masyarakat Sunda menyamapikan aspirasi terkait keinginan mereka untuk mengganti nama Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi bernama Sunda atau Tatar Sunda.

Mereka satu persatu menyampaikan soal sejarah, demografi, sosiologi, dan budaya Sunda.

Salah seorang tokoh yang hadir mengatakan bahwa, aspirasi untuk menjadikan Sunda sebagai nama provinsi sudah sejak tahun 1926.

  • Fadel akan sampaikan aspirasi kepada presiden 

Selepas acara, Fadel Muhammad menuturkan kehadirannya untuk menyerap aspirasi yang berkembang pada masyarakat. “Ini merupakan salah satu tugas MPR,” ujarnya.

Fadel katakan, pada waktunya nanti aspirasi dari tokoh dan masyarakat Sunda akan ia sampaikan kepada Presiden. Baginya, aspirasi mengganti nama Jawa Barat dengan Sunda sah-sah saja.

Karena anggota MPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon pun juga mengusulkan penggantian nama Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Minangkabau.

“Aspirasi Fadli Zon dan tokoh Sunda itu artinya tidak masalah,” ujarnya.

Bila para tokoh Sunda bercita-cita demikian, Fadel menyarankan, agar tim perumus tinggal mencari strateginya.

Menurutnya, harus ada yang berani mempelopori dan berani memulai. “Seperti yang dilakukan Fadli Zon dengan mengusulkan mengganti nama Sumatera Barat dengan Minangkabau,” ujarnya.

Menurutnya, aspirasi para tokoh dan masyarakat Sunda harus secara terbuka. “Jangan underground. Tinggal mengatur strateginya saja,” kata Fadel.

Aspirasi mengganti nama Jawa Barat dengan Sunda menurut Menteri Kelautan dan Perikanan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu merupakan semangat baru.

“Dengan nama yang demikian akan muncul budaya daerah sehingga tidak hilang,” paparnya.

Kepada peserta, Fadel juga menceritakan bagaimana proses terbentuknya Provinsi Gorontalo.

Sebelum menyepakati nama Gorontalo, ada yang mengusulkan pemekaran provinsi dari Sulawesi Utara itu dengan Provinsi Sulawesi Utara Barat, namun dirinya bersikukuh nama yang tepat kepada provinsi yang baru adalah Gorontalo.

“Semua provinsi pada Pulau Sulawesi menggunakan nama Sulawesi kecuali Gorontalo. Jadi Sejarah nama Provinsi Banten hampir sama dengan Gorontalo,” tuturnya.

Baca Juga: Liku-liku Perjuangan Reni Memburu Dokumen Sejarah Hidup Inggit Garnasih di Bandung

  • Apresiasi terhadap cita-cita para tokoh Sunda

Dalam kesempatan yang sama, anggota MPR dari Kelompok DPD Jawa Barat Eni Sumarni menuturkan sebagai wakil Jawa Barat, ia mengapresiasi para tokoh Sunda yang bercita-cita mengganti nama Jawa Barat dengan Sunda atau Tatar Sunda.

Baca Juga: Kisah Mistik Sosok ‘Ma Onam’ di Tatar Pasundan

“Nama Sunda dari dulu ada pada peta dunia. Saya khawatir bila nama ini tidak digunakan, Sunda bisa tergerus dan semakin menghilang. Nah kita dukung para tokoh Sunda yang ingin mengembalikan nama Sunda ke provinsi,” tegasnya.

Sunda menurutnya tidak hanya pada tatar Pasundan. Dulu ada wilayah yang bernama Sunda Besar dan Sunda Kecil. Karena itu, nama Sunda jangan sampai hilang dalam dunia internasional maupun Indonesia sendiri.

Baca Juga: Oded Ajak Warga Lestarikan Bahasa Sunda

Untuk menggapai keinginan itu, menurut Eni ia berdialog dengan berbagai masyarakat Jawa Barat lainnya. “Karena dengan dialog akhirnya mereka bisa memahami,” ungkapnya.

(jpc)