Segini Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia, Kata Bio Farma

oleh -
BPOM dan Unpad Gelar Simulasi Uji Klinis Kandidat Vaksin Covid-19
Relawan saat mengikuti simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.id – PT Bio Farma (Persero) menegaskan terkait harga vaksin COVID-19 di Indonesia tidak akan memberatkan, yakni sekitar Rp200 ribu.

“Kisaran harganya Rp200 ribu,” ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangan resminya, Selasa.

Menanggapi pemberitaan Sinovac telah tandatangan kontrak pengadaan vaksin dengan Brazil yang akan menjualnya 1,96 dolar AS per dosis, kata Honesti Basyir, Sinovac sudah membantahnya.

“Informasi harga vaksin COVID-19 di Brazil telah kami klarifikasi ke pihak Sinovac,” ujarnya.

“Mereka mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma yang memastikan informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak 90 juta dolar AS dengan pemerintah Brazil tidak tepat,” terangnya.

“Dan mengenai harga 1,96 dolar AS per dosis pun tidak tepat,” timpalnya.

Sebab, lanjutnya, biaya pengirimannya untuk setiap dosisnya sekitar 2 dolar AS. Atas berita ini, Sinovac tengah menelusuri asal informasinya.

“Intinya, Bio Farma berkomitmen mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin COVID-19 dengan harga terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia,” aku Honesti.

  • Faktor yang menentukan harga vaksin COVID-19

Dalam surat resmi Sinovac, Honesti menyampaikan, ada beberapa faktor dalam menentukan harga vaksin COVID-19.

Salah satunya pada investasi studi klinis fase 3, terutama dalam uji efikasi dalam skala besar.

“Demikian juga dengan penentuan harga untuk Indonesia. Dengan kata lain, skema pemberian harga vaksin COVID-19 tidak dapat sama,” katanya.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin COVID-19 mulai dari bahan baku dan lainnya, ia mengemukakan, BPOM akan terbang ke Sinovac China untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona pada fasilitas Sinovac, Beijing, Tiongkok.

Termasuk LP POM MUI untuk melaksanakan audit halal.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin COVID-19 Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP).

Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 masih berjalan pada minggu kedua Oktober 2020.

Baca Juga: Uji Klinis Vaksin Covid-19 China di Unpad, Bio Farma Beberkan Ini

Data terakrhir menunjukan sampai dengan tanggal 9 Oktober 2020, 843 relawan yang sudah mendapat penyuntikan kedua.

Dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pascapenyuntikan kedua/masuk periode monitoring.

Baca Juga: Menlu Retno: Bio Farma Berpotensi Jadi Produsen Vaksin COVID-19 Dunia

“Hingga saat ini Uji Klinis tahap 3 berjalan lancar dan belum ada pelaporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat pemberian suntikan calon vaksin COVID-19,” pungkasnya.

(antara/jpnn/rb)