Siswa Rindu Segala Hal di Sekolah

oleh -
Siswa Rindu Segala Hal di Sekolah

Puan mengaku, rindu sekolah seperti biasanya. “Yang dirindukan itu guru-gurunya, teman sekolah dan acara sekolah.”

RADARBANDUNG.id, KABUPATEN BANDUNG – Sejak penerapannya Agustus lalu, model pembelajaran Guru Kunjung dapat melengkapi kegiatan belajar mengajar (KBM) sistem dalam jaringan (daring) pada KBM saat pandemi.

Salah satu guru SMPN 1 Ciwidey, Devi Jubaedah (52) mengungkapkan, siswa sangat memerlukan peran guru kunjung.

Karena selain dapat menyampaikan materi pembelajaran, juga bisa melihat psikologis peserta didik secara langsung.

“Saya rasa guru kunjung itu memang harus ada. Karena tidak sedikit kendala, baik bagi guru maupun siswa saat daring. Seperti kendala jaringan, kuota internet dan HP yang tidak support,” ujar Devi.

“Untuk mengatasinya, SMPN 1 Ciwidey menerapkan metode guru kunjung. Ini juga termasuk bagian dari pendekatan antara guru atau wali kelas dengan siswanya,” jelasnya.

  • Jarak rumah siswa jadi kendala cukup berat

Selama menjadi guru kunjung, ia menuturkan, jarak rumah siswa menjadi salah satu kendala yang cukup berat.

“Kalau jaraknya dekat, saya bisa jalan kaki. Tapi kalau jauh, terpaksa harus naik ojek. Bahkan waktu awal jadi guru kunjung, saya sempat nyasar mencari lokasi rumah siswa. Yang harusnya datang jam 8, jam 10 saya baru sampai rumah siswa,” tuturnya.

Tak hanya itu, menurutnya, saat pandemi seluruh guru dituntut kreatif dalam menyampaikan materi, tak terkecuali guru kunjung.

“Sebelum pergi ke rumah siswa, malamnya saya selalu mempersiapkan materi dan media belajar. Karena media belajar modern ada di sekolah dan tidak mungkin saya bawa ketika kunjungan,” kata Devi.

“Jadi saya hanya membawa media yang sederhana, namun mudah siswapahami. Saat seperti inilah, seorang guru harus terus kreatif dan inovatif,” ucapnya.

Sementara terkait sistem daring, Devi menjelaskan, SMPN 1 Ciwidey menyediakan fasilitas belajar bagi siswa, seperti HP dan jaringan wifi.

“Bagi yang tidak punya HP, pihak sekolah memperbolehkan siswa meminjam HP sekolah. Tapi penggunaannya hanya pada area sekolah, tidak untuk dibawa pulang,” katanya.

“ Tak hanya HP, siswa juga bisa menggunakan jaringan wifi, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19,” terangnya.

Dengan adanya sinergitas yang baik, ia berharap seluruh pelajar Kabupaten Bandung bisa survive dari wabah covid-19.

Baca Juga: Anak-Anak Tak Bosan Lagi…

“Melalui kerjasama yang terjalin dari pihak pemerintah, sekolah dan orang tua, Insya Allah tantangan ini bisa kita lewati. Dan yang terpenting mereka generasi penerus bangsa ini tetap bisa belajar dan bertambah pengetahuan setiap harinya,” harapnya.