Anak Terjerat Hukum karena Demo, Ini Permintaan KPAI

oleh -
Anak Terjerat Hukum karena Demo, Ini Permintaan KPAI
Ilustrasi pelajar dijemput orang tuanya di Polda Metro Jaya akibat ikut berdemonstrasi tolak Omnibus Law (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

RADARBANDUNG.id – KPAI mengatakan, penanganan anak- anak yang terlibat dalam demo UU Cipta Kerja jangan disamakan dengan demonstran dewasa.

Ketua KPAI Susanto mengatakan, penahanan seharusnya jadi opsi terakhir untuk anak -anak yang ikut dalam demo.

“Pengembalian anak yang terlibat demonstrasi kepada orang tua untuk dibina menjadi upaya prioritas,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, kemarin (16/10).

Penanganan anak yang berhadapan dengan hukum harus sesuai UU RI No.35/2014 jo UU 23/2002 Tentang Perlindungan Anak, dan UU RI No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Upaya diversi menjadi prioritas bila harus diproses secara hukum.

Kemudian, pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum untuk memastikan orang dewasa yang terindikasi mengeksploitasi anak harus diproses secara hukum.

Hal ini penting untuk menjawab dugaan eksploitasi terhadap anak-anak dalam aksi demonstrasi tersebut.

“Meminta masyarakat dan orang tua melaporkan kepada pihak berwenang dan unit layanan terdekat jika menemukan anak yang terlibat dalam penyalahgunaan dalam kegiatan demonstrasi, pelibatan dalam kerusuhan sosial dan pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan yang dapat membahayakan nyawa anak,” ucapnya.

Terkait dengan memperhatikan aspek perlindungan saat diamankan, tidak boleh ada praktik kekerasan, penganiayaan bahkan intimidasi, seperti ancaman tidak diberikan SKCK.

Sebab, itu hal yang kontra produktif dengan prinsip pembinaan dalam aspek sanksi yang mendidik.

Baca Juga: Polisi Amankan Anak SD dalam Aksi Unjuk Rasa Cipta Kerja di Bandung

Para guru pun diharapkan dapat memperkuat kerjasama dengan orang tua dan anak untuk memastikan anak berada dalam pengawasan untuk menghindari agar anak-anak tidak mengikuti demonstrasi.

“Mengingat masa sekarang sebagian besar anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), maka KPAI meminta para pihak agar peserta didik tetap belajar melalui media yang disepakati,” pungkas Susanto.

(jpc)