Massa Kembali Demo UU Cipta Kerja Besok, Polri Keluarkan Peringatan Ini

oleh -
Demo Mahasiswa Berakhir Damai
Walaupun hujan deras, massa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar unjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Jumat (16/10). (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

Polri meminta para pendemo yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja menyampaikan aspirasi dengan damai

RADARBANDUNG.id – KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono menegaskan pihaknya tak segan memberikan tindakan tegas kepada para perusuh dalam demonstrasi, Selasa (20/10) besok.

Awi meminta para pendemo yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja menyampaikan aspirasi dengan damai.

“Kami tidak bosan-bosan mengingatkan, karena segala resiko ada tanggung jawabnya itu. Kalau rekan-rekan melakukan demo hingga anarkistis tentunya sanksi menunggu,” kata Awi, Senin (19/10).

Menurutnya, para pendemo yang melakukan kerusuhan akan terkena sanksi pidana sebagaimana aturan hukum yang berlaku, apalagi jika pedemo merusak fasilitas umum.

Polri juga belajar dari pengalaman demo-demo sebelumnya, sehingga telah menyiapkan antisipasi terhadap kelompok penunggang yang tidak bertanggung jawab, menyusup untuk memicu terjadinya kericuhan.

Baca Juga: Demo Mahasiswa Berakhir Damai

“Pada intinya Polri tetap memantau situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Kalaupun masih nekat melakukan demo, ya Polri akan melakukan pengamanan,” kata¬† Awi.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) merencanakan demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (20/10) besok.

Baca Juga: Massa akan Kembali Demo UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Jabar Mulai Besok, Selama 1 Minggu

Koordinator Aliansi BEM SI, Remy Hastian menyatakan, mereka datang untuk menuntut Presiden Joko Widodo membatalkan UU Cipta Kerja melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

“Aksi pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia,” kata Remy.

(cuy/jpnn)