Ridwan Kamil: Vaksin COVID-19 untuk Warga Usia 18-59 Tahun

oleh -
Ridwan Kamil: Vaksin COVID-19 untuk Warga Usia 18-59 Tahun
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat memantau Simulasi Suntik Vaksin COVID-19 di Depok, Ini Hasilnya

RADARBANDUNG.id, DEPOK – Gubernur Jabar Ridwan Kamil memantau langsung simulasi sistem pemberian vaksin COVID-19 oleh Pemprov Jabar di Puskesmas Poned Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10/2020).

Ridwan Kamil katakan, simulasi bertujuan mengetahui waktu untuk melakukan vaksinasi COVID-19, dan jumlah warga yang disuntik vaksin dalam sehari.

“Simulasi ini akan mengetahui satu puskesmas dapat melakukan penyuntikan berapa kali. Misal sehari 100 orang, kami hitung berapa jumlah puskesmas di Depok. Lalu, kalikan jumlah sasaran target. Itu pentingnya simulasi ini,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengikuti semua rangkaian simulasi. Mulai screening, cuci tangan, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, proses penyuntikan, sampai menunggu 30 menit untuk melihat reaksi vaksin.

Ia mengungkapkan, akan membuat sejumlah skenario untuk vaksinasi. Jika kapasitas puskesmas kurang, akan menyiapkan gedung-gedung publik sebagai tempat penyuntikan vaksin.

Begitu juga apabila tenaga kesehatan vaksinasi kurang akan membuka pendaftaran relawan tenaga kesehatan dengan sejumlah kriteria.

“Nanti ketahuan jumlah orang perhari yang divaksin. Apakah jumlah puskesmas Depok dan Jabar cukup? Kalau tidak cukup, berarti gedung serbaguna, gedung olahraga, dan gedung lain akan kita jadikan tempat vaksinasi,” ucapnya.

“Kalau jumlah tenaga vaksinnya juga tidak cukup, berarti kita buka relawan sesuai kriteria untuk jadi penyuntik dan tim panitia,” imbuhnya.

Sebanyak 9,1 juta masyarakat Indonesia rencananya akan melakukan vaksinasi pada November hingga Desember 2020 dengan vaksin yang dibeli pemerintah pusat dari tiga produsen vaksin luar negeri. (Baca: Gelombang Pertama, 9,1 Juta di Indonesia Bakal Disuntik Vaksin Covid-19)

Ridwan Kamil memproyeksikan Kota Depok menjadi daerah pertama Jabar yang melakukan vaksinasi COVID-19. Setelah itu, empat daerah lain Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) akan melakukan vaksinasi.

Pemprov Jabar mengajukan alokasi bagi 3 juta warga Jabar khususnya untuk wilayah Bodebek karena merupakan daerah epidemiologi tinggi. (Baca: Jabar Ajukan 3 Juta Vaksin Covid-19 di Gelombang Pertama Penyuntikan)

“Kewenangan untuk menentukan jumlah alokasi vaksin untuk setiap provinsi itu tetap berada pada pemerintah pusat,” katanya.

Prioritas vaksinasi COVID-19 bagi orang yang berisiko tertular, seperti tenaga kesehatan rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan laboratorium rujukan COVID-19, dan TNI/Polri.

Ia mengatakan, vaksinasi akan dilakukan terhadap masyarakat berusia 18-59 tahun, diluar rentang usia tersebut, akan disuntik vaksin apabila mendapat rekomendasi dokter.

“Karena vaksin yang diteliti ini tidak ada relawan usia balita, dan lanjut usia,” ucapnya.

Menurutnya, vaksinasi COVID-19 akan menguras waktu dan tenaga yang banyak. Karena itu, perlu persiapan matang.

“Prosesnya rumit, tapi lebih baik jadi masyarakat yang siap daripada nanti jadi keteteran,” ucapnya.

Baca Juga: 13 Warga Korsel Meninggal Usai Disuntik Vaksin Gratis

Ia mengatakan, dengan adanya penyuntikan vaksin COVID-19 pada November-Desember 2020, virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 tidak langsung hilang. Masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M sampai kondisi pulih.

“Seperti cacar, setelah vaksin grafik turun. Begitu juga COVID-19. Tidak akan hilang langsung 100 persen karena bertahap. Yang pasti warga Depok kami prioritaskan sebagai kota pertama dapat vaksin ini,” katanya.

(ysf)