Abrasi Gerogoti Sungai di Citepus, 1 Rumah Ambruk

oleh -
Abrasi Gerogoti Sungai di Citepus, 1 Rumah Ambruk
Pasca terjadinya kontrakan yang ambruk di Citepus, Kota Bandung, Minggu (25/10). FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Sebuah rumah kontrakan yang dihuni oleh 8 keluarga berjumlah sekitar 30 jiwa ambruk, Jumat (23/10) sore sekitar pukul 16.00.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Selain itu, tak semua bangunan yang ambruk, seperti hanya pada bagian dapur dan kamar mandi saja karena terkikis air Sungai Cilimus.

Kontrakan itu tepatnya berada di Jalan Citepus 1, RT 5/5, Padjadjaran, Cicendo, Kota Bandung. Bangunan terletak persis pada samping aliran Sungai Cilimus.

Menurut keterangan sejumlah saksi, ambruknya sebagian bangunan terjadi usai hujan deras, sehingga air sungai sangat deras.

“Saya lihat pas ambruk. Saat kejadian, istri saya sedang mencuci di kamar mandi. Tiba-tiba teriak, lalu lari ke bagian tengah ruangan. Awalnya, ia merasakan seperti ada gempa,” ujar Atep Kusnandar (45), kepada Radarbandung.id, Minggu (25/10).

“Kejadiannya setelah adzan Ashar. Pas istri saya teriak saya langsung lihat ke dapur. Bangunan itu ambruk langsung terbawa hanyut ke sungai. Alhamdulilah, saya sangat bersyukur istri saya sempat menyelamatkan diri,” lanjutnya.

  • Terpaksa mengungsiĀ 

Atep mengaku telah menghuni kontrakan itu selama setahun. Bagian bangunan yang ambruk tepat berada pada samping ruang kontrakannya.

Menurut kesaksian Atep, lantai dapur dan kamar mandi memang terlihat sudah retak. “Peralatan dapur dan harta benda saya sebagian terbawa hanyut,” katanya.

Atep tinggal bersama seorang istri dan delapan anaknya. Dengan kejadian itu Atep sangat khawatir. Apalagi kebanyakan anaknya masih berusia belum sekolah.

Sebagai antisipasi, semenjak kejadian ambruknya bangunan, Atep dan keluarga kini selalu mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman saat terjadi hujan.

Selain itu, harus ikut menumpang toilet dan dapur.

“Saya khawatir kalau hujan lalu air sungai melimpah lagi dan mengikis bagian bangunan lainnya. Apalagi kalau terjadi hujan. Belum lagi kontrakan ini masih suka kebanjiran kalau air sungai meluap,” katanya.

“Syukur ada bantuan warga setempat dan pihak lainnya,” lanjut Atep yang bekerja sebagai pengurus makam Sinaraga.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Ciparay Kab. Bandung, Warga Daerah Lain Harap Waspada Bencana!

Pantauan, bekas puing bangunan yang ambruk masih terlihat sebagian. Kini, sisi bangunan telah sedikit ada perbaikan dengan menyusun sejumlah karung pasir dengan tertahan ruas-ruas kayu.

Bangunan yang ambruk sekitar sepanjang 8 meter dengan lebar empat meter dan tinggi 2 meter.