Jawa Barat Waspada Fenomena La Nina

oleh -
BMKG Bandung: Waspadai Fenomena La Nina dan IOD Negatif
Hujan Es Landa Bogor pada Rabu (23/9/2020) sore/IST

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah mewaspadai fenomena La Nina.

Jawa Barat termasuk dalam wilayah yang terdampak fenomena anomali iklim yang dapat meningkatkan intensitas curah hujan tersebut.

“La Nina adalah fenomena anomali iklim berskala global ketika suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur lebih dingin daripada kondisi normalnya,” ungkap Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Yan Firdaus, kepada Radarbandung.id, Minggu (25/10/2020).

“Hampir seluruh Jawa terdampak oleh La Nina (termasuk Jawa Barat),” lanjutnya.

Perubahan suhu permukaan laut itu diikuti pula perubahan sirkulasi atmosfer diatasnya berupa peningkatan angin pasat timuran lebih kuat dari kondisi normalnya.

Sehingga dampaknya yakni, meningkatnya curah hujan pada wilayah Indonesia atau tepatnya Indonesian Maritime Continent.

  • Fenomena IOD negatif

Selain fenomena La Nina, fenomena lain yang sedang berlangsung saat ini adalah fenomena IOD negatif.

IOD adalah Indian Ocean Dipole, yakni fenomena lautan-atmosfer pada daerah ekuator Samudera Hindia yang mempengaruhi iklim Indonesia dan negara-negara lain sekitar cekungan (basin) Samudera Hindia.

“IOD negatif berdampak meningkatnya curah hujan terutama wilayah barat Indonesia,” ungkap Yan.

Terkait dampak kombinasi dari La Nina dan IOD negatif, jelas Yan, akan terjadi peningkatan jumlah curah hujan hampir pada seluruh wilayah Indonesia.

  • Dampak La Nina dan IOD negatif untuk Jawa Barat¬†

Untuk Jawa Barat sendiri, kombinasi kedua kejadian ini dapat meningkatkan jumlah curah hujan lebih dari 150 mm/bulan.

“Dampak La Nina untuk wilayah Jawa Barat bisa meningkatkan jumlah curah hujan bulanan antara 15 sampai 40 persen dari jumlah curah hujan normal,” katanya.

“Kami imbau masyarakat agar selalu waspada akan kejadian hujan, terutama saat berkendara karena potensi jalan licin dan pohon tumbang akibat angin kenang,” imbaunya.

“Kemudian masyarakat yang dekat daerah sungai atau drainase waspada potensi adanya kejadian luapan air dan banjir bandang,” sambungnya.

Jawa Barat waspadai fenomena La Nina

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, terus memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten.kota guna meningkatan kesiapan.

Sekaligus antisipasi bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina.

Ridwan Kamil meminta BPBD Jawa Barat dan kabupaten/kota untuk terus mencari definisi, dampak, dan bagaimana merespons bencana hidrometeorologi karena La Nina.

“Jadi masyarakat sudah siap (menghadapi fenomena La Nina). Tentunya karena ini tidak lazim, buat sejumlah skenario terburuknya seperti apa,” kata Ridwan Kamil.

“Jika La Nina berdampak, antisipasi kita seperti apa. Misal mengungsi. Mengungsi kemana, kapasitasnya berapa,” imbuhnya.

Ia menginstruksikan BPBD tak hanya fokus pada respons saat bencana terjadi.

Namun juga mengantisipasinya demi menekan potensi munculnya kerugian berupa harta maupun korban jiwa.

Baca Juga: Tetap Waspada! LIPI Sebut Gempa dan Tsunami Raksasa akan Berulang

“Antisipasi juga perlu mendapatkan perhatian untuk bisa menekan potensi kerugian akibat bencana,” tuturnya.

Menurutnya, Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan cetak biru Jabar sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana (resilience culture province) kepada seluruh warga melalui pendidikan sekolah sejak dini hingga pelatihan.

Baca Juga: BMKG Bandung: Waspadai Fenomena La Nina dan IOD Negatif

“Kita tidak boleh berprinsip ada api padamkan. Tapi juga menyiapkan langkah-langkah antisipatif,” ucapnya.

“Tidak ada kata terlambat. Cetak cetak biru Jabar sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana (resilience culture province) bisa menjadi warisan buat anak cucu kita,” pungkasnya.

(muh)