Hasil Survei: Kian Sulit Berdemonstrasi dan Protes di Era Presiden Jokowi

oleh -
Hasil Survei: Kian Sulit Berdemonstrasi dan Protes di Era Presiden Jokowi
Direktur Eksekutif Indikantor Burhanuddin Muhtadi (jpnn)

RADARBANDUNG.id Indikator Politik Indonesia membeber hasil survei tentang penilaian publik atas kebebasan menyampaian pendapat belakangan ini.

Melalui survei bertitel Demokrasi, Politik, dan Pilkada Era Pandemi Covid-19, lembaga jajak pendapat pimpinan Burhanuddin Muhtadi itu mencatat pendapat publik tentang makin sulitnya berdemonstrasi atau menyampaian protes pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

  • 20,8 persen responden survei sangat setuju warga semakin sulit berdemonstrasi¬†

Dari 1.200 responden dalam survei, terdapat 53 persen yang berpendapat agak setuju bahwa warga makin sulit berdemonstrasi atau melakukan protes.

Adapun 20,8 persen responden mengaku sangat setuju dengan pendapat warga semakin sulit berdemonstrasi.

“Responden yang menilai makin sulit berdemonstrasi atau melakukan protes 73,8 persen,” kata Burhanuddin Muhtadi selaku direktur eksekutif Indikator Politik.

Selanjutnya, ada 19,6 persen responden mengaku kurang setuju dengan pendapat, warga makin sulit berdemonstrasi.

  • 1,5 persen responden tidak setuju sama sekali

Sementara 1,5 persen responden mengaku tidak setuju sama sekali, sedangkan sisanya 5,1 persen tidak menjawab.

Masih dalam survei yang sama, 37,9 persen responden mengaku agak setuju pendapat bahwa aparat makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pilihan politik dengan penguasa.

Adapun 19,8 persen responden setuju dengan pendapat yang merasa aparat makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pilihan politiknya dengan penguasa.

Baca Juga: 19 Massa Aksi UU Cipta Kerja di Bandung Ditangkap

“Jadi ada 57,7 persen responden yang menilai aparat makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pandangan politiknya dengan penguasa,” ungkap Burhanuddin.

Sementara itu, 31,8 persen responden mengaku  kurang setuju dengan pandangan aparat makin semena-mena menangkap warga yang berseberangan dengan penguasa saat ini.