Perintah Ridwan Kamil: Masyarakat Menengah Atas Rajin-rajin Belanja, Beli aja Mobil Motor

oleh -
Perintah Ridwan Kamil: Masyarakat Menengah Atas Rajin Belanja, Beli aja Mobil Motor
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta kalangan menengah atas agar rajin berbelanja hingga tak menahan membeli kendaraan.

Hal demikian berdasar hasil evaluasi penanganan pandemi Covid-19 Jawa Barat dari sisi ekonomi yang diklaim mulai membaik.

Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan data terakhir, zona merah penyebaran Covid-19 hanya Kota Depok.

Ini tidak terlepas dari klaster rumah dan perkantoran yang meningkat di Depok.

Kemudian, pelanggaran protokol kesehatan berada pada angka sekitar 32 ribu pelanggaran, dengan 30 ribunya pelanggaran individu.

Secara umum, positivity rate 17 persen, dimana angka idealnya 5 persen.

Dari sektor ekonomi, akses Perbankan diklaim membaik. Penerima kredit sudah di atas rata-rata nasional pada angka 1,04, sedangkan Jabar 1,55.

Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah secara nasional berada pada angka 3,22 persen, Jawa Barat hanya 3,17 persen.

“Jadi secara umum ekonomi membaik, kredit perbankan banyak, yang gagal bayar sedikit. Kemudian, secara umum produksi dan SDM yang bekerja itu sudah 60 persen, setelah sempat drop pada caturwulan II,”  terang Ridwan Kamil, Senin (26/10/2020).

“Kalau sudah 100 persen, berarti ekonomi kita bergerak seperti sebelumnya. Karena itu, saya imbau agar kelas menengah atas agar rajin belanja. Indeks tabungannya masih tinggi,” ucapnya.

“Kenapa perdagangan menurun? Kalangan menengah bawah tidak mampu beli, maka kita sudah berikan dengan bansos. Yang menengah atas masih terlalu banyak menyimpan uang,” lanjutnya.

Ridwan Kamil mengimbau agar kalangan menengah atas rajin belanja ke warung, atau membeli baju produk UMKM, sebagai bagian dari upaya membantu UMKM agar kinerja bisnis mereka tetap berjalan.

“Segala rupa belanjakan jangan nabung dulu, perintah gubernur. Kalau situasi normal lagi, mesin sudah normal lagi maka seimbangkan lagi gaya hidupnya,” paparnya.

“Ini tidak mempromosikan pemborosan, ini adalah menolong UMKM yang hampir mati dan mau tutup dan mau PHK. Agar tidak terjadi krisis ekonomi berkepanjangan, yang menengah atas silakan (berbelanja),” terangnya.

Ia pun menyinggung informasi Kementerian Keuangan yang memastikan tidak akan memberi bunga 0 persen untuk Down Payment (DP) kendaraan bermotor.

“Ga usah nunggu nunggu, beli aja mobil motornya. Pajaknya menjadi pendapatan provinsi yang sedang menurun. Jadi saya imbau yang mau beli otomotif jangan ditahan,” tandas Ridwan Kamil.

(ysf)