Peringati Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi, Pemuda Bandung Bersih-bersih Masjid dan Pesantren

oleh -
Peringati Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi, Pemuda Bandung Bersih-bersih Masjid dan Pesantren
Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dispora Kota Bandung, Dadang Setiawan

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Untuk peringati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung imbau pemuda lebih peduli pada penerapan protokol kesehatan.

“Salah satu cara, kami lakukan melibatkan mereka untuk membersihkan beberapa masjid dan pesantren,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dispora Kota Bandung Dadang Setiawan, kepada wartawan, Selasa (27/10).

Dadang mengatakan, kegiatan dilakukan terhadap masjid pada kawasan padat penduduk dan berpotensi banyak kunjungan jamaah. Kegiatan ini, juga dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari Kamis (29/10).

“Karenanya bersih-bersih masjid Rabu (28/10), karena hari Kamis akan digunakan peringatan Maulid Nabi,” ucapnya.

Masjid tersebut antaranya yang berada pada Kecamatan Regol, Ujungberung, Cibiru dan Arcamanik. Total kegiatan akan berlangsung pada 9 masjid dan 2 pesantren.

“Ada beberapa lokasi lagi, tapi masih dalam konfirmasi,” katanya.

Selain membersihkan masjid dan pesantren, Dadang mengatakan para pemuda juga akan membagikan masker pada beberapa titik.

Menurut Dadang, pihaknya banyak melibatkan pemuda dalam sosialisasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Dadang tak menutup kemungkinan gerakan bersih-bersih saat momentum peringatan Sumpah Pemuda ini akan bergerak ke rumah ibadah lainnya. Sebab, pihaknya mengimbau seluruh elemen pemuda menggelar acara serupa pada level kewilayahan.

“Bagi yang mau bergabung untuk hari H nanti tinggal berkomunikasi dengan kami. Kita juga mengajak semua elemen pemuda untuk melaksanakan kegiatan serupa pada wilayahnya masing-masing,” imbuhnya.

Dadang memprediksi, sekitar 500 orang bakal berpartisipasi dalam gerakan bersih-bersih pada 28 oktober 2020 ini.

Mereka terdiri dari sejumlah organisasi kepemudaan baik yang berbasis hobi, sosial, maupun keagamaan.

Menurut Dadang, tidak bisa melakukan banyak pembinaan terhadap pemuda tahun ini. Pasalnya, anggaran pembinaan yang semula mencapai Rp3 miliar, direfocusing, hingga tinggal Rp200 juta.

“Mayoritas anggaran untuk penanggulangan covid-19. Sisanya kami gunakan untuk anggaran peringatan HUT RI dan Hari Sumpah Pemuda,” pungkasnya.

(mur)