Sarae Hills, Destinasi Wisata di Bandung Barat yang Sedang Digandrungi

oleh -
Sarae Hills, Destinasi Wisata di Bandung Barat yang Sedang Digandrungi
Pengunjung sedang foto di dalam salah satu ruang instalasi pada Sudut Cerita di Sudut Pandang, Kawasan Saraehills, Rabu (04/11/2020). (NUR FIDHIAH SHABRINA/RADAR BANDUNG)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Kawasan Sarae Hills merupakan destinasi wisata Bandung Barat yang belakangan sedang banyak didatangi wisatawan.

Di sana ada banyak tempat wisata, mulai restauran sampai wahana bermain bagi keluarga. Salah satunya ialah Sudut Pandang yang punya sudut khusus bagi para seniman dalam memperkenalkan karyanya.

Pengunjung bisa mendatangi dua destinasi secara bersamaan pada destinasi wisata di daerah Punclut, Jalan Pagermaneuh, Desa Pagerwangi, Lembang, Bandung Barat ini.

Pertama, sudut rasa yakni restauran dan kedua, sudut cerita yaitu wahana edukasi multimedia interaktif.

Keduanya sama-sama tawarkan pengalaman berbeda, setelah mengisi perut yang keroncongan, mampir ke Sudut Cerita yang punya banyak cerita bertemakan lingkungan hidup.

Manager Operasional Sudut Cerita, Jeff Manzani menuturkan, ide awal Sudut Cerita lahir ketika tim development Sudut Pandang ingin memberikan pengalaman berbeda ke pengusaha.

  • Sudut Pandang berikan edukasi

Tak cuma makan dan foto pada sektor corner, Sudut Pandang mau berikan edukasi.

Untuk periode pertama, memilih tema lingkungan hidup yang bekerja sama dengan sejumlah seniman asal Bandung.

“Sebagai tenant baru kami perhatikan banyak spot baru ya. Nah, kami mau kasih sesuatu yang berbeda, jadi gak cuma foto-foto, salah satunya memasukkan edukasi juga,” kata Jeff.

  • Tawarkan 7 cerita

Sudut Cerita tawarkan tujuh cerita. Cerita-cerita tersebut tersimpan dalam setiap ruangan berukuran sedang itu. Tampak instagramable, berbagai warna-warni lampu menghiasi instalasi yang terpajang dalam ruangan.

Elemen alam, mulai dari air, darat, dan udara terpotret berbeda sehingga menghasilkan penyampaian yang berbeda.

Jeff menerangkan, seluruh instalasi saling berkesinambungan. Melalui instalasi, pihaknya mau mengingatkan banyak tindakan manusia yang merusak lingkungan hidup.

“Arti besarnya ialah hubungan manusia dan lingkungan alam di setiap ruangannya. Lalu, yang membedakan paling di ruangan tertentu ada bahas elemen air, darat, dan udara,” ungkapnya.

Pada ruangan pertama, pengunjung akan melihat pepohonan yang terikat rantai. Melalui instalasi tersebut, Sudut Cerita ingin mengajak pengunjung untuk refleksi diri sebagai manusia.

Yang mana secara sadar manusia melakukan tindakan yang efeknya langsung merusak alam sekitar.

Berlanjut ke ruang kedua dan tiga, Jeff menyebut kalau dua ruangan ini saling terhubung. Elemen air menjadi tema besar dari ruangan ini.

Sudut Cerita menghadirkan instalasi gambar yang biasa ada di permukaan atau dasar laut.

“Di mana tindakan manusia yang merusak, tidak cuma di darat tapi juga air. Seperti rusaknya terumbu karang, dan kami bicara solusi manusia yang gak semudah itu untuk penanggulangan kerusakannya,” jelasnya.

Dalam ruangan ke empat, pengunjung diajak lebih mendalami kerusakan di darat. Bahasan global, seperti pemanasan global dan gersangnya perkotaan menjadi highlight dari ruang tersebut.

Saraehills, Destinasi Wisata Bandung Barat yang Sedang Digandrungi

Supaya lebih mendukung suasana, dalam ruangan nuansa orange mendominasi pencahayaan. Itu untuk menimbulkan efek gersang sebagai akibat dari perilaku manusia yang tidak menjaga lingkungan.

Sudut Cerita mencoba mengangkat masalah limbah melalui jajaran instalasi dalam ruang ke lima. Limbah pabrik yang dibuang sembarang ke laut dan menyebabkan berbagai kerusakan biota laut.

“Ada ikan, ubur-ubur, dan ekosistem mereka terganggu karena ulah manusia yakni pembuangan limbah dan sampah berlebih,” imbuhnya.