Hidupkan Kembali Gairah Musik Rock, Para Musisi Rock Siap Menghentak Kota Cimahi

oleh -
Hidupkan Kembali Gairah Musik Rock, Para Musisi Rock Siap Menghentak Kota Cimahi
Kadisbudparpora Kota Cimahi Budi Raharja menerima cinderamata dari Penasehat CR'90, Nurseno Utomo di Cimahi. FOTO: GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.id, CIMAHI –  Para pelestari musik rock Kota Cimahi berbenah. Setelah, seakan terbawa besarnya gelombang perkembangan zaman serta teknologi, energi musik cadas di Cimahi pun karam.

Sejauh ini, berkat eksistensi para musisi rock asal Cimahi, mereka mampu menjadikan kota Cimahi sebagai salah satu urat nadinya rocker di Indonesia.

GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG

BAK gayung bersambut, harapan musisi rock dengan dominasi putera daerah tampaknya akan terwujud. Pemerintah setempat pun ternyata tak alergi dengan keberadaan para musisi pengusung musik cadas yang kini telah menjadi sebuah komunitas bernama “Cimahi Rock 90”.

Komunitas Cimahi Rock 90 yang dihuni oleh para personil tujuh grup band cadas ternama di Kota Cimahi, sekaligus mereka yang membawa Cimahi masuk dalam barometer music rock nusantara.

Yakni, Vhan Zellist – Lamour – Detroit – Scanner – Skinhead – Giesta dan Kalimusada.

“Dengan adanya suatu wadah yang jadi pemrakarsa ini, harapan kami mampu meningkatkan popularitas daerah dari musik,” ujar Kadisbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja.

Walaupun mendapat dukungan pemerintah setempat, akan tetapi bukan hal yang mudah untuk membangkitkan kembali semangat para musisi, terutama kaum muda dalam melestarikan musik, khususnya genre rock.

“Banyak potensi, namun semua itu perlu disusun sehingga terangkum dengan baik,” ucapnya.

Langkah awal CR’90 dengan dukungan Pemkot Cimahi dalam menggeliatkan semangat para rocker ini, yakni mengizinkan tujuh band pendiri CR’90 menggelar reuni sarasehan.

“Rencananya 2 Januari 2021. Tempatnya di gedung Techno Park,” ucap Budi yang pernah bercita cita jadi pemain band.

  • Awal mula terbentuknya komunitas musik rock Cimahi CR’90

Seorang basis dari grup band Lamour, Anang, mengaku khawatir akan hilangnya gema musik rock dari Cimahi.

“Dari obrolan santai kami sama rekan band lainnya, maka kami sepakat untuk membuat komunitas, dengan harapan bisa memberikan kontribusi, meskipun hanya melalui musik,” ucap Anang.

Meski usianya sudah di atas 50 tahun, tetapi jangan ragukan semangatnya dalam melestarikan musik rock.

Terbentuknya komunitas ini, seakan terlahir layaknya keluarga baru yang harus ia urus bersama rekan lainnya.

“CR’90 ini sebuah keluarga. Kami akan berupaya memberikan yang terbaik untuk semuanya, termasuk nama harum daerah pada kancah musik Tanah Air,” tuturnya.

Sementara itu, Penasehat CR’90 Nurseno SP Utomo, akan all out mendukung segala bentuk kegiatan positif CR’90 ke depannya. Terlebih, hubungan emosional antara ia dengan para musisi rock Kota Cimahi sangat baik.

“Selama hampir 25 tahun saya tidak ketemu. Alhamdulillah mereka masih sehat dan hubungan kita tetap seperti keluarga,” kata Seno.

Seno pun berjanji akan menjadikan komunitas ini sebagai komunitas yang mampu bekerja profesional dalam segala hal. Bahkan, sinergitas dengan pemerintah harus berkesinambungan.

“Jangan sampai nanti hanya pas ada maunya saja. Intinya kami juga berterima kasih ke Pemkot Cimahi yang sudah memberikan suport bagi kami,” tandasnya.

(gat)