Sempat Heboh Mau Bunuh Diri, Model Indonesia yang Berkarir di AS Ini Meninggal

oleh -
Sempat Heboh Mau Bunuh Diri, Model Indonesia yang Berkarir di AS Ini Meninggal
Dylan Sada. Foto : Instagram/@dylan_sada

RADARBANDUNG.id – DUKA menyelimuti dunia modeling internasional, setelah model Aldila Wulandari Kusumashanty Pranadjaja atau yang dikenal Dylan Sada kabarnya meninggal dunia.

Kepergian model berusia 36 tahun itu disampaikan kerabatnya, Dimas Radityo lewat akun @dimsrads.

“Innalillahi wa innalillahi rojiun, telah meninggal dunia dengan tenang Aldila Wulandari @dylan_sada, Senin 9 November 2020 jam 7 waktu setempat,” tulisnya.

Dimas juga memohon publik memaafkan semua kesalahan Dylan. “Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas segala khilaf dan kesalahan almarhumah dan mohon doa semoga almarhumah wafat dalam keadaan husnul khotimah. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran, aamin YRA. Yang berduka cita, Keluarga Pranadjaja,” ungkap Dimas.

Belum diketahui penyebab Dylan meninggal dunia. Namun, nama Dylan sendiri selama ini dikenal karena sepak terjangnya di Amerika Serikat. Selain itu, ia juga sempat menggegerkan dengan pengakuannya dimana masa kecilnya sempat menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah kandungnya dan berkali-kali ingin bunuh diri.

Hal itu pernah diungkapnya lewat unggahan di Instagramnya 16 Maret 2018.

Ia mengatakan sulit keluar dari masa lalu kelam itu. Pergi ke luar negeri adalah salah satu cara Dylan melepaskan kenangan buruk itu.

“Saya dilecehkan secara seksual oleh ayah kandung saya ketika saya masih muda, sulit dipercaya bahwa saya masih mengingatnya dengan jelas. Saya tahu itu salah bahkan saat itu dan di sana tetapi saya masih muda, saya takut dan malu untuk menjangkau siapa pun, jadi saya menguburnya. Tumbuh dengan kenangan seperti itu sulit, terutama berada di rumah di mana hal-hal seperti itu dianggap tabu, itu juga alasan lain mengapa saya meninggalkan negara saya di usia muda untuk melupakannya dengan harapan saya bisa melanjutkan,” tulisnya saat itu.

Pengalaman buruk itu membuatnya sampai dirinya terjerumus kepada pergaulan bebas, mulai mengonsumsi obat-obatan dan minuman keras.

“Saya tidak bangga akan hal itu tetapi memang itulah adanya. Saya tidak pernah mengerti mengapa orang memandang saya, saya merasa seperti membodohi semua orang. Saya berantakan, hanya mencoba mencapai impian saya dan melupakan rasa sakit saya. Tidak peduli seberapa kacau aku mendapatkan atau tempat indah yang aku kunjungi, aku benci dia ada dalam darahku dan dia membuatku. Rasa sakit saya menyebabkan lebih banyak rasa sakit ketika saya mengalami depresi berat, untuk waktu yang lama saya terjebak,” bebernya.

Dylan mengaku sempat mencoba bunuh diri lima kali namun berhasil digagalkan.

“Saya mengalami lima kali percobaan bunuh diri yang gagal, saya gantung diri sekitar sebulan yang lalu, tetapi dua orang menyelamatkan saya. Pacar saya menyelamatkan saya, ia selalu ada untuk saya sejak saya bertemu dengannya. Aku sangat dekat tapi kurasa itu bukan waktuku lagi. Saya melakukan itu karena saya lelah, gagasan tentang kematian adalah pelepasan dari hidup, mengatasi rasa sakit hampir setiap hari. Bunuh diri mungkin terdengar egois bagi Anda, tetapi jika Anda menderita begitu lama, ceritanya berbeda,” paparnya.

Baca Juga: Cerita Pembalap Cantik Banting Setir Jadi Bintang Film Dewasa

“Saya orang Indonesia, saya bangga menjadi orang Indonesia, tetapi sayangnya, kesehatan mental sering diabaikan di rumah dan ini adalah masalah yang tidak dibicarakan secara terbuka. Saya tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya masalah ini, kita harus baik-baik saja untuk membicarakannya, Anda tidak boleh malu jika memang demikian,” pungkasnya saat itu.

(nin/pojoksatu)