KPU Bandung Terima 2,4 Juta Lebih Surat Suara Pilbup

oleh -
Truk pengangkut surat suara Pilbup Bandung tiba di Gudang KPU Kabupaten Bandung.

RADARBANDUNG.id, SOREANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung telah menerima 2.420.699 surat suara, yang akan digunakan untuk gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung. Jumlah tersebut, termasuk 2,5 persen ditambah Daftar Pemilih Tetap (DPT) per Tempat Pemilihan Suara (TPS), dan 2.000 lembar surat suara untuk pemungutan suara ulang.

Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya mengatakan setelah diterima, surat suara tersebut akan dilakukan pengecekan, rencananya akan dilakukan pada Minggu (15/11). KPU Kabupaten Bandung akan melakukan kegiatan sortir lipat surat suara di gudang KPU Kabupaten Bandung. Kata Agus, sortir lipat itu bertujuan untuk mengecek kualitas dari kesesuaian surat suara.

“Sekaligus juga melipat dan mengikat. Satu ikat ada 25 biji surat suara, sebelum dimasukan ke sampul surat suara,” kata Agus saat dihubungi via telepon, Jumat (13/11).

Agus mengungkapkan rencananya akan ada 400 orang warga sekitar gudang, yang dilibatkan dalam kegiatan pelipatan surat suara. Setelah surat suara, KPU Kabupaten Bandung masih menunggu kedatangan logistik Pilbup lainnya, seperti daftar pasangan calon, kemudian formulir, kemudian buku panduan, segel, sampul, dan juga Alat Pelindung Diri (APD).

Selanjutnya mengenai keamanan gudang logistik Pilkada, Agus mengatakan KPU terus berkoordinasi dan bekerjasama degan Polresta Bandung dan juga Bawaslu Kabupaten Bandung. Kata Agus, khusus surat suara ada penjagaan lebih, untuk memastikan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan.

“Juga berkoordinasi dengan Damkar untuk mengantisipasi kebakaran. Kita juga sudah memastikan agar gudang itu betul-betul rapat atau tidak bocor, untuk mengantisipasi jangan sampai ada air yang masuk,” tutur Agus.

Sementara itu, terkait dengan debat publik kedua Calon Bupati/Wakil Bupati Bandung, Agus meyakini akan lebih dinamis. Agus menjelaskan bahwa akan ada revisi rundown. Dimana pada debat pertama, hanya ada lima segmen. Sementara, pada debat kedua akan ada tujuh segmen.

“Jadi sebetulnya hanya memecah segmen 4. Di segmen 4, 5, 6 ada tanya jawab dari pasangan calon, Jadi intinya, tetap lima segmen, cuma di segmen ke-4, kita pecah menjadi tiga segmen, maka totalnya menjadi 7 segmen. Dan juga, kita memang meniadakan segmen visi misi, jadi langsung pada pertanyaan tim penyusun. Karena tanya jawabnya itu akan lebih banyak antar pasangan calon, juga tanggapan kembali itu akan lebih banyak, pada debat kedua ini,” papar Agus.

Meskipun ada penambahan segmen, total debat publik kedua ini masih sama seperti pada debat pertama yaitu selama 90 menit. Kata Agus, hanya durasi bertanya dan menjawab akan lebih pendek dan lebih sedikit. Setiap pasangan calon, baik ketika bertanya maupun menjawab itu lebih efektif, to the point dan tidak bertele-tele.

“Sehingga suasananya akan lebih dinamis,” ucapnya.

Debat kedua ini akan mengambil tema tentang peningkatan pembangunan dan penyelesaian persoalan daerah, serta sinergisitas pembangunan Kabupaten Bandung dan nasional dalam rangka memperkokoh NKRI. Dan akan ditayangkan di TVRI, pada Sabtu (14/11) pukul 19.00 WIB.

Agus juga akan menfasilitasi media dengan menyediakan monitor yang menampilkan acara debat publik tersebut. Agus menegaskan bahwa monitor tersebut hanya untuk media, bukan untuk pendukung pasangan calon. Karena pada dasarnya KPU tidak menyediakan dan tidak ada kewajiban untuk menyediakan monitor diluar.

“Karena kita mendorong dengan siaran langsung ini dan penerapan protokol kesehatan, pemirsa menonton dari rumah masing-masing, hanya karena memang ada aspirasi dari media, maka kita menyediakan monitor untuk media. Kedepan kita juga akan menyediakan monitor, tetapi sekali lagi ini khusus untuk memfasilitasi media, bukan untuk memasilitasi pendukung, karena pendukung diharapkan dan tidak diperkenankan hadir diarea debat publik,” pungkas Agus.

(fik)