Banjir Order Bikin Gamelan saat Pandemi, Wans’z Seni Bandung Raih Omzet Hingga Rp 1 Miliar

oleh -
Banjir Order Bikin Gamelan saat Pandemi, Wans'z Seni Bandung Raih Omzet Hingga Rp 1 Miliar
Pekerja melakukan penyelesaian tahap akhir pembuatan gamelan di Jalan Soekarno Hatta No 527, Kota Bandung, Senin (16/11/2020). FOTO: JOB3/ALVY ADIANTO

RADARBANDUNG.id, BANDUNG  – Penjualan alat musik gamelan di Kota Bandung tak surut saat Pandemi Covid-19. Bahkan, permintaan justru meningkat saat daya beli masyarakat menurun.

Seperti di Wans’z Seni, galeri pembuatan gamelan yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta No 527.

Wans’z Seni setiap harinya menerima pembuatan set gamelan. Tidak seperti sektor industri lainnya yang cukup banyak mengalami penurunan omzet bahkan sampai gulung tikar, permintaan terhadap alat musik gamelan belakangan ini justru meningkat.

Salah seorang perajin gamelan, Tedi menuturkan, tingginya permintaan gamelan di Wans’z Seni terjadi sejak Ramadan kemarin hingga saat ini.

Ia katakan, pada hari biasa permintaan pembuatan set gamelan tak sebanyak sekarang, hanya satu hingga 2 set saja yang bisa dikerjakan.

“Kalau sekarang bisa ratusan set gamelan kita buat. Biasanya ya cuma 1-2 set saja, ini sekarang lagi ramai karena borongan pembeliannya,” ujar Tedi, kemarin.

Dalam pembuatannya, Wans’z Seni menggunakan besi kuningan untuk menghasilkan suara yang lebih nyaring. Penggunaan bahan baku sangat memengaruhi hasil suara.

“Untuk gamelan kuningan sendiri mengeluarkan suara yang lebih bagus dari gamelan biasa. Besi kuningan ini yang menjadi penyebab utama harga gamelan menjadi lebih mahal dari yang lain. Sementara gamelan biasa hanya terbuat dari besi biasa,” ungkapnya.

Baca Juga: Bisnis Laundry Masih Menjanjikan untuk Digeluti di Tengah Pandemi

Bandrol untuk satu set gamelan kuningan Rp 33 juta, sedangkan yang biasa Rp 11,5 juta.

Keuntungan Wens’z Seni saat pandemi ditaksir menyentuh angka Rp 1 miliar. Rata-rata orderan datang dari sektor pendidikan yang pesan untuk kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga: Pengusaha Muda Asal Cirebon Ini Sukses Ekspor Furnitur Saat Pandemi

Namun ada juga permintaan dari studio musik, mengingat banyaknya studio musik di Bandung.

Tedi mengungkapkan, pembuatan satu set gamelan membutuhkan waktu 14 hari.

“Minggu pertama untuk membuat kerangka kayu dari Jati, sisanya bikin besinya itu sendiri karena cenderung lebih sulit. Kami menerima semua jenis alat musik tradisional nusantara. Kami buat sesuai orderan,” pungkasnya.

(mg1/radarbandung.id)