Polda Jabar akan Panggil Habib Rizieq dan Jadwal Ulang Pemanggilan Bupati Bogor

oleh -
Sosok Habib Rizieq di Mata Ustadz Abdul Somad
Habib Rizieq bersama rombongan saat tiba di Simpang Gadog, Jumat (13/11/2020) sekitar pukul 09:00 WIB. REGIE/RADAR BOGOR

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Polda Jabar akan menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap pihak panitia acara yang menghadirkan Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kab. Bogor.

Kepolisian pun tak  menutup kemungkinan untuk memintai keterangan dari Habib Rizieq.

Pemanggilan ulang ini menyusul tidak hadirnya panitia yang juga anggota Front Pembela Islam (FPI) dalam pemanggilan ke Mapolda Jabar, kemarin. Termasuk Bupati Bogor, Ade Yasin dan Ketua RW, Agus berhalangan hadir dengan alasan kesehatan.

Untuk yang sudah memenuhi panggilan yakni Alwasyah Sudarman (Kades sukagalih Megamendung), Endi Rismawan (Camat Megamendung), Agus Ridallah (Kasatpol PP Pemda Bogor), Kusnadi (Kades Kuta), Marno (Ketua Rt 1), Burhanudin (Sekda Bogor ) dan Aiptu Dadang Sugiana (Babinkamtibmas).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A. Chaniago menjelaskan, selama 10 jam, kemarin penyidik menanyakan tupoksi saat acara peletakan batu pertama masjid di Megamendung yang menyebabkan kerumunan simpatisan Habib Rizieq.

“Kemudian, ada dari yang kita harapkan dari pihak FPI kebetulan ada dua yang harusnya diminta keterangan, dua orang itu diharapkan bisa menjelaskan terkait masalah undangan untuk melakukan peletakan batu pertama, kemudian dengan panitianya,” terangnya di Mapolda Jabar, Sabtu (21/11/2020).

“Sampai sekarang belum ada berita (konfirmasi) mengapa mereka tidak datang, tapi yang jelas surat undangan klarifikasi (dari polisi) sudah diterima mereka,” tambahnya.

Ia tegaskan, keterangan dari keduanya sangat penting guna mengetahui awal mula acara dan menjelaskan posisi Habib Rizieq sebagai bagian penyelenggara atau hanya tamu undangan.

“Banyak yang menyampaikan lokasi (peletakan batu pertama masjid) tersebut dimiliki oleh habib Rizieq Syihab. Ada juga yang mengatakan Habib Rizieq hanya diundang,” imbuhnya.

Rencana pemanggilan sendiri kemungkinannya pada Selasa (24/11/2020). Dua orang dari pihak panitia dan Anggota FPI tersebut atas nama Asep Agus Sofyan dan Habib Muchsin Alatas beserta Ketua RW.

Sementara pemanggilan Bupati Bogor, Ade Yasin disesuaikan dengan kondisi kesehatannya.

Erdi menjelaskan, pemeriksaan terhadap Rizieq Shihab bisa dilakukan beserta ahli pandemiologi, untuk memperjelas acara yang membuat polemik di tengah masyarakat.

“Nah ini yang akan kita dalami apakah HRS (Habib Rizieq Shihab) ini sebagai pemilik lokasi tersebut, atau diundang. Itu yang akan didalami, jadi diharapkan kedepannya (HRS) pasti akan dipanggil oleh penyidik untuk klarifikasi, jadi alur permasalahannya akan jelas,” katanya.

“(Waktunya) menunggu setelah yang saat ini dimintai keterangan sudah selesai, nanti penyidik akan gelar perkara apakah bisa dinaikan ke penyidikan atau tidak dilihat dari hasil penyelidikan. Karena penyidik harus menemukan dua alat buktinya, dan bisa menemukan perbuatan melawan hukumnya niat jahatnya dalam konteks hukum yah,” pungkasnya.

(ysf)