Lestarikan Kesenian ke Milenial, Dispora Jabar Gelar Festival Pencak Silat 2020

oleh -
Lestarikan Kesenian ke Milenial, Dispora Jabar Gelar Festival Pencak Silat 2020
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jabar, Dadang Ronda (kanan) dalam pembukaan Festival Pencak Silat tingkat Provinsi Jawa Barat 2020.

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Festival Pencak Silat tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) 2020 resmi dibuka, Senin pagi (23/11/2020).

Digelar virtual, festival sebagai bentuk upaya Pemprov Jabar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk melestarikan kesenian tradisional.

Wakil Ketua Panitia Pelaksana Festival Pencak Silat Jabar 2020 Asep Purwantoro menuturkan tujuan dari pelaksanaan ini adalah mendorong, memotivasi, dan memfasilitasi masyarakat Jabar, khususnya generasi muda.

Dewasa ini, perkembangan teknologi yang pesat mau tidak mau perlahan mengikis kesenian tradisional, apalagi untuk milenial.

Festival Pencak Silat ini sebagai upaya melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Selain itu, menjadikan olahraga pencak silat sebagai budaya masyarakat.

“Pencak silat sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO membuat Dispora Jabar harus terus melestarikan kebudayaan ini. Salah satunya festival pencak silat yang memang sudah jadi kegiatan rutin kita,” kata Asep.

  • 22 kota/kab Jabar mengikuti Festival Pencak Silat tingkat Provinsi Jabar 2020

Kegiatan ini diikuti 22 kota/kab Jabar dan terbagi atas tiga kategori. Kategori perorangan putra/putri (6-12 tahun), berpasangan putra/putri (14-17 tahun), dan perorangan sesepuh putra/putri (di atas 50 tahun).

Ketiganya dipertandingkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Dari 27 kota/kab Jabar, hanya ada 5 daerah saja yang tidak ikut karena kendala teknis, yakni Kab. Bandung, Kab. Pangandaran, Kab. Subang, Kab. Indramayu, dan Kab. Cirebon. Festival Pencak Silat berlangsung 23-25 November,” ungkapnya.

Asep menerangkan, peserta dari daerah mengirimkan video berisi pertandingan pencak silat sesuai kategori.

Kemudian, dewan juri akan menilai langsung di kantor Dispora Jabar, Jalan Pacuan Kuda No 141, Sukamiskin.

Proses pertandingan dan penilaian secara daring, menjadi cara Dispora Jabar untuk tetap menggelar acara namun menjaga protokol kesehatan.

  • Dispora Jabar lestarikan kesenian tradisional pencak silat

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jabar, Dadang Ronda menyebut sudah menjadi kewajiban Dispora Jabar untuk turut melestarikan kesenian tradisional pencak silat.

Lestarikan Kesenian ke Milenial, Dispora Jabar Gelar Festival Pencak Silat 2020

Baca Juga: Dadang Ronda: ‘Festival Pencak Silat 2019’ Tangga Menuju Jabar Juara Lahir Bathin

Apalagi, sambung Dadang, pihaknya dihadapkan oleh perkembangan digital dan kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Kita akan konsisten, karena harus bertanggungjawab dan menjaga supaya pencak silat tetap membumi. PR (pekerjaan rumah) kita ke depannya bagaimana mendorong supaya perguruan silat menjadi komersil,” terangnya.

Baca Juga: Rektor Unhan Gagas Universitas Pencak Silat

Maka, berbagai upaya seperti menerapkan muatan lokal sektor pendidikan dan menghadirkan pencak silat pada event-event, harapannya bisa mengenalkan pencak silat ke ranah milenial.

“Antusias paguron Jabar juga cukup tinggi. Insya Allah Jabar akan tetap mencintai budaya lembur, sehingga tidak akan kehilangan marwah atau jati diri. Hasilnya adalah Indonesia berhasil meraih banyak mendali pada kompetisi olahraga tingkat nasional dan internasional,” tandasnya.

(adv)