Di Kota Bandung, Puluhan Kasus Covid-19 Bertambah dalam 1 Hari

oleh -
Di Kota Bandung, Puluhan Kasus Covid-19 Bertambah dalam 1 Hari
Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna saat meninjau kesiapan pengelola tempat hiburan malam dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, Selasa, 7 Juli 2020

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna menegaskan Kota Bandung dalam kondisi mengkhawatirkan terkait penyebaran Covid-19.

Berdasarkan catatan Ema, penambahan angka pasien terkonfirmasi Covid-19 setiap hari hingga puluhan.

“Hal ini sangat mengkhawatirkan. Karena sampai hari ini jumlah penderita akumulasi sebanyak 3.039. Dengan angka positif 484 kasus,” ujar Ema kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Ema mengatakan, secara angka reproduksi masih terkendali karena masih bawah 1, tapi positivity rate sudah pada angka 21,53. Sehingga masuk dalam kategori mengkhawatirkan.

Menurut Ema, kamar ruang isolasi juga sekarang sudah semakin berkurang. Dari 789 tempat, sudah terisi 713. “Sementara masih ada 79 kasus lagi yang waiting list,” tuturnya.

Karenanya Ema mengatakan pihaknya meminta kewilayahan untuk menyiapkan ruang khusus isolasi bagi orang yang tidak bergejala. “Kalau orang yang bergejala sudah dipastikan harus masuk rumah sakit,” tegasnya.

Pada sisi lain, Ema juga meminta masyarakat menyadari pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Pandemi ini sudah berjalan sekitar 8 bulan masa harus selalu diingatkan oleh pemerintah. Kami berharap kesadaran masyarakat juga tinggi karena kami memiliki keterbatasan untuk memantau semua aktivitas masyarakat di lapangan,” ungkapnya.

Untuk sektor usaha yang sudah relaksasi akan melakukan evaluasi. Jika ada minimarket yang masih buka melebihi jam operasional maka harus ditutup.

Baca Juga: Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Cikalongwetan Penuh

“Aparat kewilayahan punya kewenangan menutup tempat usaha yang melanggar aturan,” tegasnya.

Demikian juga dengan usaha pariwisata, jika memang harus 59% dari kapasitas, ya harus 50%. Kalau ada pelanggaran, Ema mengatakan bukan tidak mungkin mencabut izin operasional.

Baca Juga: Pasien Covid-19 OTG di Bandung Barat Diimbau Isolasi Mandiri di Rumah

“Kalau menurut Perwal, bahkan jika ada pelanggaran maka boleh mencabut izin usaha,” tegasnya.

Jika kondisi memburuk, Ema mengatakan bukan tidak mungkin akan kembali memberlakukan PSBB. Meskipun untuk penerapan PSBB, harus melalui proses panjang.

(mur)