KAI Daop 2 Bandung Waspadai 44 Titik Rawan Longsor hingga Banjir

oleh -
Penumpang KA Wajib Pakai Masker
MENUNGGU: Sejumlah penumpang sedang menunggu menaiki Kereta Api di Stasiun Bandung, Rabu (8/4). (Muhammad Dikdik R Aripianto/ Radar Bandung)
RADARBANDUNG.id, BANDUNGPT KAI Daop 2 Bandung mewaspadai puluhan titik perlintasan kereta yang rawan amblesan, longsoran dan banjir.

Untuk mengantisipasi agar tak ada gangguan perjalanan kereta api, ratusan petugas pun akan disiagakan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan. Dalam catatan Daop 2 Bandung, setidaknya terdapat 44 titik daerah rawan.

Manager Humas PT KAI Daop 2, Noxy Citrea menyampaikan, daerah yang rawan bencana banjir, antaranya berada di daerah Cicalengka dan Rancaekek.

Daerah yang rawan longsor dan amblas ada di daerah pegunungan, ke arah timur seperti daerah Nagrek, Cipeundeuy hingga Tasikmalaya. Sedangkan rawan longsor ke arah barat seperti di lintas antara Purwakarta –Ciganea.

“Untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada musim hujan ini, PT KAI Daop 2 telah siaga 24 jam di beberapa lokasi untuk antisipasi terhadap gangguan perjalanan kereta api,” ungkapnya, Kamis (26/11).

Pada titik-titik rawan tersebut akan dijaga oleh Petugas Daerah Rawan (PDR) dan flying gank (regu siaga). Total jumlahnya sekitar 250 petugas.

Tugasnya memantau secara intensif dan menangani daerah tersebut selama 24 jam guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi operasional kereta api.

Flying gank disigakan untuk bertindak cepat menangani gangguan di lintas.

“Kami juga telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) guna mempercepat penanganan jika terjadi bencana alam yang mengganggu perjalanan,” katanya.

Noxy melanjutkan, AMUS akan ditempatkan di empat lokasi yang mudah terjangkau seperti di Stasiun Purwakarta, Padalarang, Tasikmalaya dan Banjar.

AMUS berupa batu balas atau kricak, bantalan rel, pasir dan sebagainya, kata Noxy, berguna apabila ada rintang jalan yang mengganggu operasional kereta api.

Selain itu, sambung Noxy, setiap hari dilalukan pengecekan oleh petugas pemeriksa jalan yang berjalan kaki atau berkendara di atas rel dari stasiun satu ke stasiun.

Tugasnya memeriksa secara detail kondisi jalur kereta yang dilaluinya, seperti kelayakan rel, kondisi ketebalan batu balas dan mengencangkan baut.

Selain itu, yang juga rutin dilakukan petugas jalan jembatan meliputi perawatan prasarana mulai dari jalan rel, jembatan, persinyalan dan termasuk di dalamnya perbaikan saluran air yang berada di sekitar jalur KA.

 “Kami berharap dengan adanya upaya ini akan mampu menciptakan kondisi perjalanan kereta yang aman dan nyaman untuk seluruh pelanggan kereta api. Jangan ragu atau kawatir untuk menggunakan kereta api, karena KAI konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik di stasiun maupun di atas kereta api,” ujar Noxy.

Terkait persiapan libur panjang, KAI telah membuka pemesanan tiket Kereta Api Jarak Jauh untuk periode liburan Natal dan Tahun Baru 2021.

Namun, pelanggan KA Jarak Jauh tetap diharuskan menunjukan surat bebas Covid-19 yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan, dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

Noxy menerangkan, berdasarkan data pemesanan pada periode 1-25 November lalu, Daop 2 melayani sekitar 51.000 pelanggan KA Jarak Jauh, dengan rata-rata volume harian sekitar 1.500 penumpang.

Hal ini menunjukkan tren positif dari sebelumnya rata-rata volume KA jarak jauh di bulan April hanya sekitar 600 penumpang per hari dan bergerak naik di bulan Agustus menjadi sekitar 1.000 penumpang per hari.

“Di stasiun kami siapkan tanda pembatas, handsanitizer, wastafel portabel dan himbauan untuk terus melakukan 3M. Kami juga memberikan faceshield secara cuma-cuma yang harus digunakan oleh pelanggan baik selama perjalanan maupun pada saat tiba di stasiun tujuan,” pungkas Noxy.

(muh)