Pemprov Jabar Gelontorkan Rp2,2 Triliun untuk SPP Gratis Siswa SMA Sederajat

oleh -
Sekolah Tatap Muka di Jabar Hanya untuk 71 SMA/SMK
Ilustrasi

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemprov Jabar menggelontorkan dana Rp2,2 triliun untuk program SPP gratis bagi siswa SMA/SMK/SLB dan sederajat baik negeri maupun swasta.

Bantuan tersebut akan dikucurkan mulai semester II 2021 mendatang. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, bantuan tersebut dibagi dalam dua kategori berdasarkan status sekolah.

Bantuan sebesar Rp700.000 diperuntukkan bagi siswa sekolah swasta, sementara bantuan senila Rp1,2 juta per bulan dikhususkan bagi siswa sekolah negeri.

“Bantuan ini akan dialokasikan untuk SPP gratis. Nilainya Rp1,2 juta untuk tiap siswa di sekolah negeri dan Rp700.000 untuk siswa sekolah swasta,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (26/11).

Dedi menerangkan, dana bantuan akan dikelola oleh tiap cabang dinas pendidikan. Hal sama juga berlaku untuk sekolah swasta. Artinya, pengelolaan akan didesentralisasikan di cabang dinas, lalu dana ditransfer langsung ke sekolah.

“Jadi, cabang dinas bisa mengelola anggaran ratusan miliar,” katanya.

Dedi menerangkan, perbedaan besaran bantuan antara siswa negeri dan swasta tersebut karena keterbatasan anggaran Pemprov Jabar yang terimbas akibat pandemi.

Karena pandemi, kata Dedi, Jabar kehilangan PAD (pendapatan asli daerah) hingga Rp6 triliun.

“Inilah yang kemarin kita perjuangkan, BPMU (bantuan pendidikan menengah universal) naik. Namun, karena pandemi, Jabar kehilangan PAD (pendapatan asli daerah) hingga Rp6 triliun,” jelasnya.

Diharapkan, bantuan tersebut dapat sampai tepat sasaran. Diketahui, kata Dedi, saat ini jumlah siswa SMA/SMK/SLB dan sederajat di Jabar mencapai 1,8 juta orang. 

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Jabar Oleh Soleh menegaskan, pihaknya akan mengawal program yang telah disahkan pada Senin (23/11) lalu itu, agar bantuan bisa dirasakan langsung oleh para orang tua siswa SMA/SMK/SLB sederajat di Jabar.

“Kami berharap, dengan adanya program ini, tingkat pendidikan di Jabar semakin meningkat sekaligus memberi semangat kepada para orang tua dan siswa setelah lama tak belajar tatap muka sekaligus mengingatkan orang tua bahwa tidak ada alasan untuk menyekolahkan anaknya ke tingkat SMA,” pungkasnya.

(muh)