Petani Kabupaten Bandung Harus Melek Teknologi!

oleh -
Petani Kabupaten Bandung Harus Melek Teknologi!
Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

RADARBANDUNG.id, SOREANG – Pemkab Bandung mendorong para petani untuk lebih melek teknologi. Karena semakin banyak komponen pertanian yang memanfaatkan perkembangan teknologi.

Salah satu bentuk penggunaan teknologi pada bidang pertanian adalah pada Kartu Tani dan juga pemasaran produk via online.

“Kartu Tani untuk kemudahan, jangan sampai menjadi ribet. Ini tuntutan zaman, nanti dengan kartu tani sebetulnya pengendalian terkait distribusi itu lebih memudahkan, bagi pemerintah khususnya untuk memonitor real lapangan seperti apa,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kab. Bandung, Tisna Umaran.

Tisna mengungkapkan, Kab. Bandung merupakan daerah yang memiliki keunggulan komparatif, lantaran sangat dekat dengan tujuan pemasaran produknya atau dekat dengan pasar, seperti Bandung Raya dan Jakarta Raya.

Oleh karena itu, Tisna mendorong petani Kab. Bandung untuk membentuk kelompok, dalam melakukan kegiatan pertanian.

“Nanti dari kelompok itu juga harus melek terhadap perkembangan teknologi, apakah itu dengan pasar-pasar online, maupun komunikasi lain yang sifatnya pemanfaatan teknologi,” ungkap Tisna.

Karena saat ini masih berlangsung musim hujan, Tisna meminta petani memanfaatkan situasi ini.

Ia berharap petani tidak hanya terpaku dengan hanya menanam komoditas – komoditas yang biasa. Karena kebutuhan masyarakat beragam, maka harus ada alternatif lain komoditas.

Baca Juga: Majukan Pertanian, Pemkab Bandung Barat Ajak Petani Ikuti Perkembangan Digital

“Ada peluang, kalau yang satu kurang bagus, yang satu bagus, jadi tertutup lah gitu,” katanya.

Tisna berharap tahun 2021, pandemi Covid-19 terkendali. Ia tak menampik pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap distribusi maupun konsumsi bagi masyarakat.

Baca Juga: Asuransi Gagal Panen di Kab. Bandung: Petani Cukup Bayar Rp36 Ribu, Dapat Rp6 Juta

Saat ini, gelaran pernikahan dan objek wisata sudah bisa diizinkan kembali, sehingga bisa berkontribusi terhadap penyediaan pangan.

“Sekarang sudah mulai ada pelonggaran, mudah-mudahan ini juga semua pihak disiplin didalam menerapkan protokol kesehatan sehingga penyebaran virus Covid-19 ini bisa melandai. Itu akan berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kalau aktivitas ekonomi masyarakat ini berjalan, tentu produksi yang kita hasilkan juga laku,” pungkasnya.

(fik)