Satu TPS Maksimum 500 Pemilih, KPU Jabar Bakal Gelar Simulasi Perhitungan Suara Daring

oleh -
Satu TPS Maksimum 500 Pemilih, KPU Jabar Gelar Simulasi Perhitungan Suara Daring
Ilustrasi

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan dalam waktu dekat KPU Jabar akan melakukan simulasi perhitungan suara secara daring untuk meminimalisir potensi munculnya klaster penularan Covid-19 Pilkada 2020.

“Kita juga akan menyimulasikan perhitungan suara secara digital, karena e-voting belum memungkinkan. Tapi, minimal perhitungannya (digital) sehingga meminimalisir terlalu lamanya sekelompok orang diam di satu tempat yang sama,” ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil, Jumat (27/11).

Emil mengaku, sudah menginstruksikan KPU Jabar untuk mencegah adanya kontak fisik selama pelaksanaan pencoblosan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Ia mengaku berkomitmen menggelar Pilkada Serentak 2020 dengan aman. Komitmen tersebut bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Kita sudah menginstruksikan tidak boleh ada persentuhan tangan bahkan nanti tidak ada celup tinta, tapi tinta ditetes. Semua petugas juga wajib menjalani rapid test,” katanya.

“Kita ingin tidak ada kekhawatiran dari masyarakat karena semua berkomitmen menjaga Pilkada ini dengan aman,” imbuhnya.

Emil berharap, kendati Pilkada Serentak 2020 dalam situasi pandemi COVID-19, tingkat partisipasi masyarakat tidak menurun.

“Kami juga sudah menginstruksikan Pjs Bupati/Wali Kota agar mengantisipasi hal terburuk jika memang terjadi lonjakan, maka rumah sakit dan pusat isolasi harus sudah dipersiapkan,” katanya.

Ketua KPU Jabar Rifqi Alimubarok mengungkapkan, terdapat 33.305 TPS yang tersebar pada delapan daerah dengan jumlah pemilih sebanyak 11,6 juta. Ada sekitar 299 ribu petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).

Setiap TPS, hanya akan ada 500 pemilih. Pemilih yang hadir wajib memakai sarung tangan yang sudah disediakan, dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) 3M dengan ketat.

Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Pilkada di 3 Daerah Terapkan Protokol Kesehatan

“Area juga disinfeksi dulu, bilik khusus sudah disimulasikan, jadi masyarakat harus merasa terlindungi dan menjamin keamanannya agar tidak ragu datang ke TPS,” kata Rifqi.

“48 calon (pasangan kepala daerah) sehat dari 50. Hanya 2 yang positif COVID-19 yaitu di Indramayu dan Depok,” tambahnya.

Baca Juga: Pilkada Serentak 2020 Jabar Dikawal Ribuan Personel

Rifqi mengatakan, masa kampanye saat ini sudah memasuki kampanye iklan. Semua kampanye berjalan lancar dan tidak ditemukan klaster kampanye. Termasuk logistik kampanye juga sudah berada di kecamatan.

“Kampanye sejauh ini lancar sesuai protokol kesehatan, tinggal 10 hari lagi dan sekarang memasuki kampanye iklan, tidak ada klaster kampanye. Logistik sudah terpenuhi, petugas sortir lipat sehat semua dan posisi logistik sudah ada di kecamatan,” pungkasnya.

(muh)