Pasien Covid-19 Membludak, Ruang Isolasi RSHS Bandung Menipis

oleh -
RSHS Bandung Catat Lonjakan Pasien Covid-19 di November, Stok Tempat Tidur Perawatan Menipis
Petugas keamanan tengah berjaga di depan Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning RSUP Hasan Sadikin. (Taofik Hidayat/Radar Bandung)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG Tingkat keterisian ruang perawatan pasien Covid-19 di Kota Bandung terus bertambah.

RSHS Bandung sebagai rumah sakit rujukan setiap harinya menerima pasien terindikasi Covid-19. Sampai awal Desember ini, keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di RSHS Bandung sudah mencapai 94 persen. 

Direktur Perencanaan, Organisasi, dan Umum RSHS Bandung, Muhammad Kamaruzzaman menuturkan, lonjakan pasien pada RSHS Bandung terjadi sejak November. Maka, pihaknya perlu menambah kapasitas ruang perawatan.

“Kondisinya memang dibandingkan Oktober saat ini saja tingkat hunian rumah sakit sudah 94% artinya memang rumah sakit harus berupaya ada penambahan kapasitas, baik itu peningkatan kualitas pelayanan atau dari segi ruang perawatan,” kata Kamaruzzaman via Ponsel, Kamis (3/12/2020). 

Kamaruzzaman katakan, kembalinya Kota Bandung ke zona merah menjadi salah satu acuan pihaknya perlu menambah kapasitas. Apalagi menuju libur panjang akhir tahun, pihaknya mengantisipasi ketersediaan ruang perawatan.

“Kondisinya tidak overload, namun memang peningkatannya fluktuatif. Kemarin sudah lebih dari 96% (okupansi tempat tidur), sekarang sudah turun jadi 94%. Kapasitasnya belum melebihi 100%, tetapi memang kalau diatas 90% itu perlu perhatian khusus dan dianggap penuh,” jelasnya. 

Kamaruzzaman menerangkan, RSHS Bandung punya sejumlah rencana untuk penanganan Covid-19 apabila jumlah pasien terus bertambah.

Pertama, bantuan alat ECMO dari pusat yang fungsinya sebagai pengganti paru-paru dan diperuntukkan untuk pasien dengan penyakit berat. 

Kemudian, RSHS Bandung mengimbau kepada rumah sakit daerah untuk menerapkan sistem rute rujukan atau Sisrute bagi pasien bergejala.

“Kita imbau rumah sakit yang dirujuk, kalau mau merujuk mohon sesuai indikasi yakni kasus moderat dan berat. Kalau memang cuma gejala biasa yang tidak perlu ditangani RSHS Bandung lebih baik dirawat di rumah sakit daerah atau isolasi mandiri,” terangnya.

Sebagai antisipasi, RSHS Bandung akan mengubah ruang Kemuning 4 dan 5 sebagai ruang perawatan khusus pasien Covid-19.

Sebelumnya, ruangan ini dipakai sebagai tempat transit pasien yang sudah pulih dari Covid-19. Masing-masing ruangan berkapasitas 40 ranjang dan bila dibuka maka keseluruhan ruang perawatan ada 179 ruangan.

Baca Juga: Zona Merah, Oded Terapkan PSBB Proporsional di Kota Bandung

“Lonjakan ini terjadi akibat libur panjang dan kerumunan demo yang kemarin bisa juga. Apalagi sebentar lagi Pilkada, kita harus hati-hati juga. Makanya kita siapkan itu ruang Kemuning 4 dan 5, untuk pasien terindikasi berat dan menengah atau komorbit yang butuh pelayanan,” ungkapnya. 

Selain mengalihfungsikan dua ruangan Kemuning, RSHS Bandung sudah meminta Pemprov Jawa Barat untuk menambah tempat di Gedung BPSDM Cimahi. Gedung tersebut menjadi pusat isolasi mandiri Covid-19 yang dikelola Pemprov Jabar.