Pemerintah Ajak Tokoh Agama Ikut Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

oleh -
Pemerintah Ajak Tokoh Agama Ikut Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19
Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko/Jawapos

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko melakukan kunjungan ke Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (4/12).

Bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Moeldoko mengaku membahas sejumlah hal terkait mekanisme vaksinasi.

Dalam pembicaraan tersebut, kata Moeldoko, ada sejumlah poin teknis yang penting untuk mencegah terjadinya polemik saat proses vaksinasi mulai berjalan.

Setidaknya, Moeldoko menyinggung terkait durasi dan tempat vaksinasi. 

Setiap satu orang membutuhkan waktu paling cepat 45 menit untuk menyelesaikan proses vaksinasi. Pasalnya, usai penyuntikan, orang yang bersangkutan harus menunggu reaksi selama 30 menit sebelum bisa pulang.

“Sehingga nanti kalau vaksin datang. Pertanyaannya, apakah harus di Puskesmas atau mencari gedung yang memadai sehingga tidak terjadi penumpukan massa karena menunggu yang 30 menit atau ada cara baru,” katanya.

Pada bagian lain, kondisi puskesmas yang ada di daerah-daerah tidak memiliki kapasitas yang sama dalam melayani jumlah warga.

Butuh fasilitas penunjang yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyuntikan vaksin. Meski demikian, ia tidak menjelaskan prediksi kapan vaksin akan hadir.

Selain hal teknis, Moeldoko menilai, keterlibatan tokoh masyarakat penting untuk menyosialisasikan vaksinasi tersebut. Harapannya, masyarakat dapat percaya dan akhirnya mau divaksin. 

“Tadi saya juga konsultasi dengan Aa gym, perlunya tokoh agama, tokoh masyarakat untuk melibatkan diri dalam sosialisasi dan memberikan keyakinan kepada masyarakat tentang vaksin. itu beberapa hal yang saya dapatkan selama berkunjung ke Jabar,” katanya. 

Moeldoko nenegaskan, saat kondisi pandemi yang ia nilai masih mengancam, misalnya, masih terjadinya kenaikan kasus pada berbagai daerah. Maka, vaksin menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan pandemi. 

“Kami diskusi dengan gubernur Jawa Barat dan kira-kira bagaimana implementasi kan kalau vaksin nanti datang. Beberapa catatan tadi saya dapatkan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ridwan Kamil menyatakan, polemik saat pemberian vaksin mungkin terjadi jika tidak mengantisipasi maksimal.

Untuk itu, Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat segera membuat kebijakan yang realistis untuk bisa menekan potensi tersebut.

Sebagaimana yang sebelumnya sempat ia sampaikan, bahwa pihaknya mengusulkan untuk penggunaan ruangan besar sebagai tempat penyuntikan vaksin nantinya. 

Baca Juga: Aa Gym Siap Disuntik Vaksin COVID-19

“Saya melaporkan simulasi vaksin bahwa jumlah Puskesmas tidak akan memadai, satu orang 45 menit juga akan membuat antrean terlalu besar, sehingga mohon ada peraturan yang lebih realistis,” katanya. 

“Sehingga mohon buat (oleh pemerintah pusat) sebuah peraturan yang lebih realistis. Usulan Jawa Barat adalah menggunakan gedung-gedung besar, gedung pertemuan gedung olahraga yang non-puskesmas, semoga bisa memahami dan setujui,” pungkasnya.

(muh)