Optimisme Pelaku Bisnis Minuman di Tengah Pandemi

oleh -
Optimisme Pelaku Bisnis Minuman di Tengah Pandemi

Pelaku Bisnis Minuman optimistis akan tetap bisa bertahan di tengah Pandemi Covid-19

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Bisnis food and beverage dipercaya masih tetap bisa bertahan meski pandemi Covid-19 berimbas pada sektor perekonomian.

Selain menawarkan inovasi, kunci lainnya adalah bisa memberikan jaminan keamanan dan kebersihan kepada konsumen.

Hal ini owner Gotcha Fresh Tea cabang Bandung, Leonardi Budiman sampaikan saat pembukaan gerai di Mall Paskal 23, Jalan Pasir Kaliki, Jumat (25/12/2020).

Gotcha Fresh Tea merupakan merek dagang Australia. Bandung merupakan cabang ketiga setelah Jakarta dan Medan.

Baca Juga: Tropical Vibes Ramaikan Industri Kuliner Bandung, Serasa di Pantai

“Bagi saya, bisnis pada sektor makanan dan minuman tetap bagus meski di tengah pandemi. Kuncinya inovasi, menggali keunikan kepada konsumen. Lalu, harus memerhatikan isu kesehatan,” ucapnya.

Dalam hal inovasi, ia mengklaim bisnisnya memiliki produk yang berbeda karena teh masih fresh. Penggunaan bahan baku berkualitas pun berlaku bagi olahan minum diluar dari teh.

Beberapa menu andalan Gotcha Fresh Tea antaranya, Black Sugar Fresh Milk, Bamboo Charcoal, Gotcha Signature Fruit Tea Mother’s Favourite.

Yogurt Popping Pearl, Mango Jasmine Green Tea, Yogumuji Mango, Yogumuji Purple Rice, Yogumuji Strawberry dan Strawberry Macchiato.

Baca Juga: Boba Time, Minuman Enak dengan Harga Miring

“Gotcha Fresh Tea memiliki signature-nya sendiri yakni, dengan menghadirkan varian beragam dan tekstur yang berbeda serta, pilihan teh yang harum, berkualitas dan fresh. Kami memiliki varian unik terutama untuk based ingredient-nya,” katanya.

Untuk segi penyajian, Gotcha Fresh Tea mengklaim menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan selalu melakukan pengecekan suhu tubuh pada setiap tearista dan kitchen operation desk.

Baca Juga: Noka Coffee, Hadirkan Cerita Petani di setiap Minumannya

Selain itu, selalu menggunakan masker, menggunakan sarung tangan dan menjaga jarak.

“Saya optimistis bisnis makanan dan minuman tetap bisa bertahan bahkan meningkat meski saat pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Optimisme Leonardi selaras dengan data Asosiasi Gabungan Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) yang mencatat industri makanan dan minuman masih mencatatkan kinerja positif setelah tumbuh 0,22%.

Padahal pada saat yang sama, ekonomi Indonesia malah kontraksi 5,32% seccara year on year (yoy) pada kuartal II-2020 lalu.

(fid)