Pengunjung Membludak, Ridwan Kamil: Waterboom Lippo Cikarang Sudah Kita Hukum

oleh -
Pengunjung Membludak, Ridwan Kamil: Waterboom Lippo Cikarang Sudah Kita Hukum
Tangkapan layar video keramaian Waterboom Lippo Cikarang.

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyampaikan, telah menutup Waterboom Lippo Cikarang setlah menilai melanggar protokol kesehatan.

Kendati tak menyebut waktu penutupan tersebut hingga kapan. Emil, sapaannya, menegaskan hal tersebut merupakan bentuk hukuman.

“Di Cikarang ada water boom memberikan diskon, kapasitas berjubel. Kita hukum, kita tutup,” tegasnya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (11/1/2020).

Berdasakan pengumuman dalam laman resmi waterboom Lippo Cikarang, pihak manajemen mengkonfirmasi penutupan wahana tersebut mulai 11 Januari hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, sebuah video ramai beredar pada grup percakapan yang menunjukkan terjadi kerumunan pada kolam renang tersebut.

Kerumunan itu dinilai tak mengindahkan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19. Diduga, keramaian dipicu diskon tiket awal tahun untuk akhir pekan.

Manajemen membuka harga tiket Rp 10 ribu dari biasanya Rp 95 ribu.

“Mudah-mudahan ketegasan bisa menjadi pelajaran kepada pemilik usaha. Kita tidak nyaman dengan membatasi karena mengurangi rezeki, tapi dalam situasi darurat kesehatan harus dilakukan,” tegas Emil.

Ia melanjutkan, telah meminta kepolisian untuk melakukan inspeksi yang lebih ketat terkait pergerakan wisatawan Jabar, khususnya pada masa kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai Senin (11/1) hingga 25 Januari.

Semua pelaku wisata, Emil ingatkan harus mau berkomitmen turut mencegah peningkatan kasus positif Covid-19, antaranya dengan cara membatasai jumlah kapasitas, khususnya menjelang akhir pekan.

“Saya menitip ke Kapolda menginspeksi pergerakan menuju daerah wisata seperti di Puncak, (pelaku perjalanan harus) menunjukan surat negatif Covid-19 antigen,” katanya. (Berita selengkapnya: PPKM Jawa-Bali: Pelaku Perjalanan Masuk Jabar Wajib Tunjukkan Surat Bebas Covid-19).

Emil menegaskan, bisa saja memperpanjang PPKM 20 daerah Jabar jika mendapati tingkat kedisiplinan masyarakat yang rendah. (Berita selengkapnya: 20 Daerah di Jabar Akan Terapkan PSBB Proporsional, Ini Dia Daftarnya

“Saya memberikan pesan agar semua taat selama 14 hari, supaya (kegiatan) kita bisa kembali lebih longgar. Tapi 14 hari tidak disiplin, bukan tidak mungkin PPKM bisa ditambah,” pungkasnya.

(muh/radarbandung.id)