Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Salat Gaib

oleh -
Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Salat Gaib

RADARBANDUNG.id – ULAMA besar Indonesia, Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal Syekh Ali Jaber wafat hari ini, Kamis (14/1) pukul 08.30 WIB di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta.

Ia diketahui meninggal dengan status negatif Covid-19.

“Telah Wafat Guru kita, Syekh Ali Jaber di RS Yarsi Hari ini, 14 Januari 2021, 1 Jumadil Akhir 1442 H jam 08.30 WIB dalam keadaan Negatif Covid,” terang Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsyi dalam keterangannya, Kamis (14/1).

Abdurrahman pun mengharapkan seluruh umat memaafkan kesalahan Syeikh Ali Jaber dan mengikhlaskan kepulangannya ke pangkuan Tuhan yang Maha Esa.

“Kita ikhlaskan kepulangan beliau kepada Rabbnya. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau,” tuturnya.

Salah satu ungkapan duka disampaikan oleh Ustad Yusuf Mansur.

Ia meminta agar masyarakat Indonesia melaksanakan salat ghaib di wilayahnya masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Mohon dishalatkan di masjid-masjid, mushala, di pesantren-pesantren yang masih ada guru dan santri yang belom libur, masih bertugas,” terangnya dalam akun Instagram-nya @yusufmansurnew.

Saat ini, ia terus berkoordinasi dengan pihak keluarga perihal pemakaman pria kelahiran Madinah, Arab Suadi tersebut. Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap patuh pada penerapan protokol kesehatan.

“Saya terus koordinasi dengan keluarganya dan kita perjuangkan InshaAllah apa yang diperjuangkan oleh Syekh Ali. Saya ucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Syekh Ali, mudah-mudahan ini menjadi nasehat bagi kita semua, (wajib) protokol kesehatan. Syekh Ali memang kena covid, tapi covidnya udah ngga ada, meninggalnya udah dalam keadaan negatif Covid,” imbuhnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa Syekh Ali Jaber dinyatakan positif Covid-19 pada 29 Desember 2020 dan mengalami sesak napas, batuk serta demam.

“Beberapa hari yang lalu, awal langkah mulai panas, kemudian batuk. Saya rasa panas biasa-biasa saja, saya minum obat untuk mengurangi panas, kemudian obat batuk. Saya juga minum madu dan lain sebagainya,” ungkapnya, Selasa (29/12/20).

“Saya disuruh swab lagi saya tidak merasa sama sekali akan positif, makanya saya di swab saja, datang ke rumah, kemudian ternyata hasilnya positif,” imbuhnya.

(jpc)