Bamsoet Dorong Wartawan Masuk Prioritas Vaksinasi Covid-19

oleh -
Bamsoet Dorong Wartawan Masuk Prioritas Vaksinasi Covid-19
Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

RADARBANDUNG.id, JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah memasukkan wartawan menjadi salah satu klaster prioritas yang mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Itu mengingat peran jurnalistik menuntut mereka bertemu banyak orang, sebagaimana juga tenaga kesehatan dan TNI-Polri, sehingga sangat rentan terpapar Covid-19.

“Berdasarkan data Dewan Pers per tahun 2020, tercatat ada sekitar 17.000 wartawan yang telah tersertifikasi melalui uji kompetensi wartawan (UKW),” ujar Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo kepada wartawan, Selasa (19/1).

“Melalui vaksinasi terhadap para wartawan, pemerintah turut berperan memastikan agar kerja jurnalistik mereka terlindungi. Sehingga bisa menyajikan berita secara akurat, menghindari masyarakat dari berbagai disinformasi,” sambungnya.

Sebagai orang yang pernah menekuni dunia jurnalistik, Bamsoet bisa ikut merasakan degup kegelisahan para wartawan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Pada satu sisi tak ingin terinfeksi dengan cara menghindari kerumunan maupun menjaga jarak dengan orang lain.

Baca Juga: Tempat Awal Mula Corona, Wuhan Kini Kota Paling Aman di Dunia

“Namun pada sisi lain karena tuntutan pekerjaan, sebagaimana dokter dan tenaga kesehatan, wartawan tak mungkin bekerja secara work from home maupun melakukan aktivitas di rumah saja,” katanya.

Bamsoet menerangkan, perhatian pemerintah melalui prioritas vaksinasi terhadap wartawan sekaligus juga untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para anggota keluarganya yang ikhlas melepas mereka bertugas di medan perang Covid-19.

Baca Juga: 25 Relawan Uji Vaksin di Bandung Tertular Covid-19, Ini Kata Ridwan Kamil

Sehingga para wartawan pulang ke rumah tetap bisa membawa nafkah, bukan malah membawa virus Covid-19.

“Kita tidak bisa membayangkan para wartawan berhenti bekerja, tak akan ada informasi yang bisa didapat masyarakat,” imbuh Bamsoet.

“Namun kita juga tidak bisa membayangkan dalam menjalankan pekerjaannya, para wartawan tak mendapat bekal yang cukup sehingga malah mengorbankan nyawa,” pungkasnya.

(jpc)