Saung Angklung Udjo Mau Bangkrut, Ini Respons Disbudpar

oleh -
Saung Angklung Udjo Mau Bangkrut, Ini Respons Disparbud
Pekerja membersihkan alat musik di Saung Angklung Udjo, Minggu (24/1). FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.id, BANDUNG –  Saung Angklung Udjo terancam bangkrut akibat sepinya pengunjung selama hampir 10 bulan pandemi Covid-19. Ruangan yang tadinya penuh dengan wisatawan lokal dan mancanegara, kini hampir tidak ada aktivitas sama sekali.

Bahkan, seperti Direktur Utama Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat ungkapkan, Saung Angklung Udjo terpaksa memberhentikan karyawan hampir 90 persen.

Menanggap ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menyebut Pemkot Bandung tak menyediakan dana khusus untuk kelangsungan hidup Saung Angklung Udjo.

Kepala Disbudpar Dewi Kania Sari menuturkan, Pemkot Bandung tidak bisa memberikan banyak bantuan berupa pendanaan. Ia pun meminta pengelola berinovasi mencari sumber bantuan lain.

“Untuk bantuan pendanaan, Disbudpar gak ada dana,” aku Kenny.

Kenny menilai, pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan Saung Angklung Udjo.

Sektor industri pariwisata lainnya seperti pelaku usaha perhotelan, restoran serta seniman lainnya turut merasakan dampak serupa.

“Taman Lalu Linta saat ini juga tidak bisa buka. Pasar baru sebagai destinasi wisata juga sudah 60% tenaga kena dampak sama seperti Saung Angklung Udjo, pengunjung sedikit. Kuncinya bersabar dan syukuri segala sesuatu karena semua titipan,” tuturnya.

Untuk bisa bertahan, kata Kenny, saat ini seluruh pengelola industri pariwisata ada baiknya membuat sejumlah inovasi agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi.

Salah satunya, konten kebudayaan bisa saja beralih panggung ke virtual untuk tetap bisa menghibur masyarakat.

“Kita gak tahu kapan berakhir pandemi ini. Vaksin salah satu upaya. Makanya kita berinovasi karena sesuatu gak pasti, move on terus berinovasi. Saya tahu yang Saung Angklung Udjo rasakan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Disbudpar Bandung tengah melakukan pendataan terhadap sejumlah sektor pariwisata dan kebudayaan lainnya yang juga terdampak.

Baca Juga: Nasib Saung Angklung Udjo di Ujung Tanduk, Terancam Bangkrut

Selain itu, koordinasi dengan satgas penanganan Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Kreatif (Kemenparekraf), dan pemerintah pusat juga terus berjalan.

Kenny berharap, pemerintah pusat bisa merasakan apa yang kini tengah para pengelola sektor pariwisata dan kebudayaan hadapi.

Ke depan, bantuan atau kerjasama antara pemerintah pusat dan pelaku pariwisata akan terus digeliatkan.

“Kita berinovasi, salah satunya kegiatannya jadi virtual. Ini salah satunya sambil menunggu mempersiapkan sertifikasi SDM-nya. Koordinasi dengan Kemenparekraf CHSE, sertifikasi profesi untuk seniman kita siapkan sambil menunggu Covid-19 berlalu,” tandasnya.

(fid)