Baru 25 Persen Nakes Disuntik Vaksin, Ridwan Kamil Belum Puas

oleh -
Baru 25 Persen Nakes Jabar Disuntik Vaksin, Ridwan Kamil: Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan
Ilustrasi: FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil belum puas terhadap vaksinasi Covid-19 tahap I yang menyasar tenaga kesehatan (Nakes) Jabar. Pasalnya, dari total target, baru 25 persen yang terealisasikan.

Itu setelah sejumlah Nakes di Jabar ada yang tak memenuhi panggilan untuk melakukan vaksinasi, ataupun batal karena tak lolos syarat kesehatan.

Emil, sapaannya- menegaskan pihaknya telah melakukan evaluasi vaksinasi tahap I terhadap Nakes di Jabar ini, yang nantinya akan menjadi poin perbaikan tahap selanjutnya.

“Untuk vaksin Covid-19, saya laporkan vaksinasi tahap I belum memuaskan. Baru (tercapai) 25 persen dari target yang ditentukan. Harusnya 100 persen ternyata dari berbagai dinamika itu hanya bisa kita selesaikan 25 persen,” ungkap Emil seusai Rakor Satgas Covid-19 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (25/1/2021).

“Kita evaluasi. Ada yang tidak datang, ada yang tidak bisa disuntik, tekanan darah tinggi,” ungkapnya.

Emil juga melaporkan, hingga 23 Januari 2021 terdapat 19.255 Nakes yang sudah divaksin tahap I Termin 1 pada 7 daerah, atau 25,41 persen dari total sasaran 75.542 nakes.

Terdapat 1.891 nakes atau 2,50 persen yang tertunda vaksinasi karena pernah positif Covid-19, ada komorbid, sedang hamil/menyusui, tensi tinggi atau sedang sakit.

Nakes atau pejabat publik yang sudah divaksin akan menerima dosis kedua mulai Kamis 28 Januari 2021.

Sementara untuk vaksinasi tahap I termin II di seluruh kab/kota Jabar yang akan berlangsung Februari 2021, Emil melaporkan, telah mendistribusikan 253.640 vial sejak 22 Januari lalu.

Baca Juga: 36 Juta Warga Jabar Akan Disuntik Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Siapkan Skenario

“Termin II ini seluruh 27 kabupaten/kota, per hari ini sudah menerima alokasi vaksin,” kata Emil.

Pada sisi lain, ia akan meminta izin kepada Kemenkes untuk membuat pola vaksinasi pada daerah pelosok.

Alasannya, jangkauan desa tidak bisa dengan pola yang sekarang berlaku. Terlebih, jumlah puskesmas terlatih untuk program vaksinasi sebanyak 1.094 puskesmas tak sebanding dengan jumlah 5.312 desa.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 di Jabar akan Dimulai dari 7 Kab/Kota Ini pada 14 Januari

“Jabar ini daerah pelosoknya masih banyak, Puskesmas belum memadai. Jumlah Puskesmas ada 1000-an, jumlah desa ada 5.000-an. (Perhitungannya) lima desa hanya ke satu puskesmas,” ucapnya.

“Maka kita minta izin ke Kemenkes, Jabar akan berinovasi. Vaksinasi itu mendatangi rumah-rumah masyarakat melalui mobil-mobil yang disulap menjadi mobil vaksin,” tuturnya.

Baca Juga: Warga Miskin 19 Daerah di Jabar Naik Selama Pandemi Corona

“Tentu dilengkapi dengan vaksinator dan dokter sehingga prosedur sama. Semoga inovasi untuk pelosok ini bisa disetujui sehingga tingkat kecepatan dan keberhasilan (vaksinasi) Jabar akan luar biasa,” tambahnya.

Selain soal vaksinasi, Emil juga melaporkan situasi terkini perkembangan Covid-19 Jabar.

Dari data periode 18-24 Januari 2021, ada 6 daerah Zona Merah (Risiko Tinggi) yakni Kab. Bandung, Kab. Tasikmalaya, Kab. Indramayu, Kab. Karawang, Kab. Bekasi, dan Kota Bekasi.

Lainnya, terdapat 17 Zona Oranye (Risiko Sedang) dan 4 Zona Kuning (Risiko Rendah) di Jabar. “Karawang masih tetap (Zona Merah). Ini akan menjadi perhatian kami,” pungkas Emil.

(muh)