Gugat Ayahnya Rp3 Miliar, Deden Minta Maaf

oleh -
Gugat Ayahnya Rp3 Miliar, Deden Akhirnya Minta Maaf
Deden saat di PN Bandung, Selasa (26/1/2021)/IST

Deden menyampaikan permohonan maaf kepada sang ayah dan saudaranya karena sudah menggugat secara perdata

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Deden, penggugat ayah kandung senilai Rp 3 miliar datang ke persidangan lanjutan gugatan yang ia layangkan terhadap sang ayah Koswara (85) di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (26/1/2021).

Dengan dipimpin Majelis Hakim I Dewa Gede Suarditta, dalam sidang, kedua belah pihak bersepakat dimediasi oleh hakim dengan waktu selama 30 hari.

Deden, sebagaimana diketahui sebagai pihak penggugat. Ia tampak hadir dengan ditemani kuasa hukum dan juga dua adiknya, Ajid dan Mochtar.

Mereka setuju terhadap tawaran hakim untuk lakukan mediasi dengan tergugat, Koswara yang tak lain ayah kandungnya sendiri.

“Kami menunjuk hakim (sebagai) mediator,” ungkap Kuasa Hukum Deden, Musa Darwin Pane yang kemudian diikuti pernyataan senada dari kuasa hukum Koswara, Bobby Herlambang Siregar.

Baca Juga: Koswara Digugat Rp3 Miliar oleh Anak Kandung, Pak RT juga Masuk Gugatan

Majelis hakim kemudian menunjuk Hakim, Herry Heryawan sebagai mediator kedua belah pihak, dan meminta kedua belah pihak dapat mengikuti setiap proses mediasi tanpa diwakili.

Deden Minta Maaf

Deden hadir ke ruang sidang PN Bandung dengan mengenakan batik dan duduk di kursi samping kuasa hukumnya Musa Darwin Pane dan Komar Sarbini.

Baca Juga: Koswara Digugat Rp3 Miliar, Kini Balik Laporkan 3 Anaknya

Selepas persidangan, Deden berbesar hati menyampaikan permohonan maaf kepada sang ayah dan saudaranya karena sudah menggugat secara perdata.

Deden menegaskan, siap berdamai, bahkan untuk melakukan syarat bersujud di kaki sang ayah.

“Saya punya dosa, orangtua sayang sama saya, saya juga sayang sama orangtua. Saya minta maaf, harus sujud ke orangtua, saya ngomong itu ke kakak dan adik saya,” kata Deden.

“Saya siap bersujud di kaki bapak. Saya minta maaf, saya benar-benar salah, saya sayang sama orangtua. Orangtua sekolahkan saya hingga seperti ini, saya siap untuk perdamaian,” pungkasnya.