Ratusan Karya Ilmiah Mahasiswa Unisba Dipublikasikan Lewat SpeSIA 2021

oleh -
SAMBUTAN: Rektor Unisba Prof. Dr. Edi Setiadi, SH, MH saat memberi sambutan kegiatan Seminar Nasional Sivitas Akademika 2021 (SpeSIA 2021), Kamis (11/2).

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Seminar Nasional Sivitas Akademika 2021 (SpeSIA 2021), Kamis (11/2/2021). Kegiatan bertajuk

‘Tantangan Lulusan Perguruan Tinggi di Era New Normal’ tersebut dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi zoom meeting.

Dalam pelaksanaan SPeSIA 2021,
jumlah karya ilmiah yang dilakukan validasi oleh tim reviewer setiap Prodi sebanyak 895 artikel dari berbagai bidang keilmuan diantaranya, Syariah 53 karya ilmiah, Dakwah (KPI) 9 karya ilmiah, Tarbiyah & Keguruan 24 karya ilmiah, Hukum 122 karya ilmiah. Kemudian Psikologi 27 karya ilmiah, MIPA 69 karya ilmiah, Teknik 105 karya ilmiah, Ekonomi dan Bisnis 163 karya ilmiah, Komunikasi 139 karya ilmiah dan Kedokteran dengan 185 karya ilmiah.

Rektor Unisba Prof. Dr. Edi Setiadi, SH, MH mengatakan, SpeSIA merupakan salah satu pembuktian bahwa mahasiswa yang akan mengikuti wisuda wajib mempresentasikan hasil penelitiannya. Tujuannya, supaya tugas akhir mahasiswa tersebut
diketahui banyak orang sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Setiap mahasiswa yang akan mengikuti wisuda harus mempresentasikan makalah ilmiah di acara SPeSIA. Artinya, tugas akhir ini harus dikerjakan dengan baik dan memenuhi kaidah-kaidah
yang sudah ditentukan,” ucap Edi.

Edi menambahkan, kegiatan SpeSIA juga merupakan salah satu upaya untuk menghindari plagiarisme. Menurutnya, SpeSIA sebagi kontrol
pada diri sendiri, apakah dalam penyusunan tugas akhir sudah memenuhi kaidah dan aturan yang ditentukan.

“Jangankan mahasiswa, rektor pun bisa terjebak plagiarisme. Maka dari itu, hati-hati dalam menyusun sebuah karya ilmiah,” tuturnya.

Edi mengungkapkan, publikasi ilmiah merupakan tanda produktivitas penelitian dari suatu universitas. Bahkan, banyaknya publikasi ilmiah menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki sumber daya manusia unggul, melimpah serta dapat menjadi bagian dalam proses pembangunan di negaranya.

“Kami berharap seminar ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai kajian keilmuan, sekaligus dapat memberikan inspirasi bagi para pengambil kebijakan, untuk melahirkan program–program yang selaras dengan kondisi dan situasi di masyarakat,” paparnya.

Di sisi lain, kata Edi, Unisba sudah menyiapkan berbagai inovasi dan strategi pembelajaran menghadapai tantangan masa depan dimasa Pandemi Covid-19. Salah satunya sistem dan waktu perkuliahan akan menyesuaikan dengan kondisi terkini termasuk proses penelitian di lapangan akan memanfaatkan sarana yang ada.

“Kami tak tahu pandemi akan berakhir kapan. Tapi, kedepannya kami sudah menyiapkan berbagai program, baik cara perkuliahan apakah luring atau daring atau keduanya. Kemudian soal penelitian jelas akan terganggu, tapi kami akan sesuaikan dengan perkembangan situasi nanti, yang penting karya-karya mahasiswa dan dosen tetap terjaga,” imbuhnya.

Semetara itu, Pembicara Utama SpeSIA 2021, Prof. Dr. Neni Yulianita, Dra., MS menambahkan, para lulusan perguruan tinggi harus menghadapai tantangan yang lebih berat dimasa Pandemi saat Ini.

“Kalau persaingan lapangan pekerjaan di saat Pandemi sudah pasti susah, apalagi jumlah angkatan kerja baru tiap tahunnya
mencapai 3 juta. Mau tidak mau, para lulusan harus bisa berinovasi serta mandiri untuk terus meningkatkan daya saing,” tegasnya.

Direktur Pascasarjana Unisba itu juga meminta para lulusan jangan menyerah, terus berusaha dan jangan putus asa. Kata Neni, para lulusan jangan menunggu dan menunda-nunda kesempatan melainkan selalu optimis menatap masa depan.

“Kami yakin para lulusan Unisba bisa bersaing dan sanggup menghadapi tantangan baru ini (new normal). Intinya jangan putus asa, manfaatkan ilmu yang sudah dipelajari kemudian aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

(arh)