Jabar Pakai Mobil Keliling untuk Vaksinasi Covid-19 Lansia, Prioritas Bodebek dan Bandung Raya

oleh -
ridwan kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil/ist

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil akan mengerahkan mobil vaksin dalam vaksinasi Covid-19 tahap 2 yang menyasar lansia.

Sehingga, vaksinasi terhadap lansia akan dilakukan dengan sistem jemput bola.

Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengklaim telah mendapat izin Presiden Joko Widodo dan Mendagri untuk memanfaatkan inovasi mobil vaksin Jabar tersebut.

Mobil vaksin dianggap bisa membantu pergerakan lansia yang kerepotan jika harus datang dan antre pada fasilitas pelayanan kesehatan.

“Untuk lansia keterbatasan fisik itu menjadi atensi, jadi itulah mengapa kami diizinkan Presiden dan Menteri dalam Negeri untuk menggunakan inovasi mobile vaksin,” kata Emil, Senin (22/2).

“Jadi, nanti jangan kaget kalau ada orang divaksin, ada mobil vaksinasi Jawa Barat muter-muter di daerah-daerah yang sulit atau menjemput lansia yang secara fisik mungkin kerepotan untuk melakukan antrean dan prosedur (vaksinasi) itu,” sambungnya.

Berdasarkan data Pemprov Jabar, akan ada lebih dari 4,6 juta lansia yang jadi sasaran vaksinasi tahap 2.

Adapun, kelompok lansia di Bodebek dan Bandung Raya masuk prioritas vaksinasi tahap 2 ini, atas pertimbangan tingginya tingkat kerentanan pendemi pada kedua kawasan tersebut.

“Jadi, mayoritas Bodebek dan Bandung Raya akan didahulukan penyuntikan vaksin untuk lansia,” katanya.

Selain kelompok lansia, vaksinasi tahap 2 menyasar kelompok masyarakat lainnya yang masuk kategori khusus, antara lain pedagang pasar, guru, anggota TNI-Polri, dan lainnya.

Baca juga:

“Kalau data spesifik (jumlah) perprofesi saya tidak pegang, tapi seluruh Jawa Barat demi heardimmunity (kekebalan kelompok) itu ada 36 juta orang, kurang lebih 6 jutanya yang (vaksinasi) tahap 2,” bebernya.

Emil belum menyebut tanggal pasti pelaksanaan vaksinasi tahap 2. Ia menjelaskan vaksinasi tahap pertama yang menyasar SDM Kesehatan belum rampung. Penyuntikan vaksinasi dosis pertama pada tahap satu, baru mencapai sekitar 82 persen, sementara dosis kedua baru 46 persen.

“Vaksinasi yang tahap satu 82 persen sudah terselesaikan, dosis keduanya 46 persen. Kita sedang persiapan penyuntikan masyarakat yang masuk kategori khusus (vaksinasi tahap dua),” pungkasnya.

(muh)